Showing posts with label Kabar Persyarikatan. Show all posts
Showing posts with label Kabar Persyarikatan. Show all posts

Monday, June 9, 2014

Maklumat Nasyiatul Aisyiyah Tentang Pemilihan Presiden 2014


Maklumat Nasyiatul Aisyiyah Tentang Pemilihan Presiden 2014
Nomor 153/I/e/V/2014

Pergantian pemimpin nasional Republik Indonesia menjadi agenda penting proses demokratisasi bangsa karena pemimpin yang terpilih akan menentukan arah kebijakan pembangunan dan kehidupan politik Indonesia selama lima tahun mendatang. Nilai strategis Pemilihan Presiden membuat banyak kelompok masyarakat dalam aksi mendukung salah satu kandidat yang berpotensi menimbulkan perpecahan ataupun konflik.

Oleh karena itu Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah menyatakan:
1. Mendukung sepenuhnya sikap Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagaimana tertuang dalam Maklumat hasil Sidang Tanwir Muhammadiyah 2014 di Samarinda.
2. Secara institusi Nasyiatul Aisyiyah tidak berpihak pada salah satu Calon Presiden yang akan berkontestasi dalam Pemilu 2014.
3. Memberikan kebebasan kepada anggota dan pimpinan untuk menyalurkan partisipasi politiknya sebagai warga negara serta menggunakan hak pilihnya secara cerdas, bijaksana dengan pertimbangan rasional dan spiritual dalam memilih pasangan calon presiden/wakil presiden yang memenuhi kriteria yang ditetapkan Muhammadiyah.
                                                                                                                                                                                   Yogyakarta, 28 Mei 2014

Ketua Umum,                                                                                           Sekretaris


Norma Sari, S.H, M.Hum                                                                   Ulfa Mawardi, S.Pd, M.Pd



sumber: nasyiah.or.id

Hasil Tanwir Aisyiyah: Tujuh Rekomendasi Capres 2014

 
Tanwir II Aisyiyah yang berlangsung selama tiga hari ditutup Ahad siang (8/7) oleh Ketua Umum PP Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini. Tanwir ini diikuti oleh 276 anggota dan ungdan dari 33 provinsi. Hasil dari Keputusan Tanwir II ’Aisyiyah menghasilkan rekomendasi kebangsaan yang ditandatangani Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini dan Sekretaris Umum Dyah Siti Nuraini.
 
Rekomendasi tersebut berisi  tujuh poin penting yang dibacakan oleh Sekretaris Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Rohimi Zamzam. Dalam salah satu poin yakni poin keenam, Aisyiyah mendesak kepada Presiden dan Wakil Presiden terpilih untuk melakukan tindakan-tindakan strategis yaitu, secara lebih serius menjalankan kebijakan yang berpihak pada kepentingan kelompok perempuan antara lain  penyediaan laoangan kerja dan perlindungan pada tenaga kerja perempuan.

Selanjutnya, menyediakan anggaran yang proporsional bagi kepentingan perempuan dalam segala bidang, menjalankan kebijakan affirmative action keterwakilan perempuan di lembaga-lembaga publik, menjalankan kebijakan yang memberikan rasa aman dan perlindungan kepada semua warga Negara dari tindak kekerasan apapun dan menindak tegas pelaku tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, menindak tegas pelaku korupsi dan memberikan hukuman yang berdampak pada efek jera para koruptor.

Dalam rangka menyongsong abad kedua Aisyiyah harus terus menerus melakukan pendidikan politik kebangsaan secara berkelanjutan dan menyiapkan kader-kader Aisyiyah untuk menjadi pemimpin bangsa di masa depan. Kesemuanya itu dalam rangka mewujudkan dan melaksanakan citacita Aisyiyah terwujudnya masyarakat yang maju, adil, makmur, bermartabat dan berdaulat.

Selanjutnya pada rekomendasi kebangsaan di poin ketujuh, Aisyiyah meminta kepada anggota legislatif yang terpilih dalam periode tahun 2014-2019 agar menjalankan amanah, tanggungjawab dan bekerja secara sungguh-sungguh  menjalankan peran dan fungsi untuk kepentingan rakyat.

‘’Saya berharap anggota legislatif bisa mencontoh model permusyawaratan Aisyiyah seperti ibu-ibu Aisyiyah yang selalu bersemangat dan luar biasa selama mengikuti Sidang Tanwir II Aisyiyah di Surakarta ini. Meskipun sidang dimulai dari pukul 08.00 dan berakhir sekitar pukul 23.00 masih tetap bersemangat dan memberikan ide-ide dan pikiran yang brilian dan maju,’’kata Noordjannah. [sp/rol]

Sunday, June 8, 2014

‘Aisyiyah Siap Dirikan Universitas Perempuan Pertama di Indonesia

‘Aisyiyah dalam waktu yang tidak lama lagi siap mendirikan Universitas ‘Aisyiyah pertama di Indonesia, dan kemungkinan besar akan didirikan di kota Bandung dengan mengakselerasi STIKES ‘Aisyiyah yang ada menjadi Universitas ‘Aisyiyah.

“PP Muhammadiyah berharap ‘Aisyiyah mampu mendirikan Universitas yang dikelola oleh ‘Aisyiyah sendiri. Salah satunya di kota Bandung Jawa Barat, di kota tersebut telah berdiri Stikes ‘Aisyiyah yang dalam waktu dekat rencananya akan berganti nama menjadi Universitas Aisyiyah,” papar Siti Noorjannah Djohantini, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah dalam pidato Iftitah dalam Sidang Tanwir II di STIKES ‘Aisyiyah, Solo, Jateng, Jum’at (6/6). 

Sebelumnya dalam pembukaan Sidang Tanwir II ‘Aisyiyah, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menegaskan harapannya untuk didirikannya Universitas ‘Aisyiyah. “Kader-kader ‘Aisyiyah sudah banyak yang bergelar Profesor, S-3, apalagi S-2 yang dengan begitu banyak sumber daya yang mumpuni, sudah selayaknya mampu mendirikan Universitas ‘Aisyiyah,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Umum PP ‘Aisyiyah dalam Sidang Tanwir II ini juga berharap, peserta Tanwir mampu menyumbangkan pemikiran-pemikiran untuk bangsa dan mampu dimanfaatkan sebagai sarana refleksi dan evaluasi sejauh mana keputusan Muktamar bisa dilaksanakan di Wilayah Daerah Cabang maupun Ranting. “Sidang Tanwir II Aisyiyah dapat dijadikan ajang untuk berbagi informasi yang lengkap walaupun dalam waktu yang terbatas, sehingga dapat diketahui sejauh mana perkembangan ‘Aisyiyah di seluruh Indonesia,” jelasnya. (muhammadiyah.or.id/SP)

Saturday, June 7, 2014

PW Muhammadiyah Jawa Timur Siap Rehabilitasi Dolly dengan Pemberdayaan


Surabaya - PImpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (Jatim) mendukung rencana Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini untuk menutup lokalisasi prostitusi Dolly pada 18 Juni 2014. Muhammadiyah bahkan bersedia membantu merehabilitasi Dolly pascapenutupan dengan memberikan pendampingan dan bantuan modal usaha.

‘’Kami mendukung program Bu Risma menutup Dolly meskipun ada pihak-pihak yang menolaknya. Justru, pihak-pihak yang menentang penutupan itu harus diluruskan logika berpikirnya,’’ ujar Sekretaris PW Muhammadiyah Jatim, Najib Hamid, Jumat (6/6)

Para pekerja seks komersial (PSK), mucikari hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM) disebutnya mati-matian menolak Dolly ditutup dengan alasan melanggar hak asasi manusia (HAM). Padahal, kata dia, lokalisasi prostitusi merupakan bentuk perbudakan. Dia menyebutkan, sejatinya PSK tidak memiliki niat untuk menjual diri. Sehingga, penutupan Dolly sebagai langkah untuk meningkatkan martabat manusia. 


Belum lagi ancaman lain jika prostitusi Dolly dibiarkan beroperasi yaitu anak-anak di sekitar Dolly yang menjadi korban asusila. Salah satunya penyebaran virus mematikan yakni HIV/AIDS. 

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, kata dia, maka Pemkot Surabaya harus mengedepankan dialog. Apalagi, Indonesia adalah negara demokrasi yang mengedepankan dialog. Kalaupun ada pihak yang menolak penutupan Dolly maka perlu diadakan dialog tanpa ada kekerasan. Tak ingin Pemkot Surabaya melakukan berjuang sendiri, pihaknya mengaku siap memberikan bantuan untuk rehabilitasi Dolly pascapenutupan. Namun bukan dengan cara anarkis seperti demonstrasi dan pentungan saat eksekusi penutupan.

Sebenarnya, kata dia, program yang ditawarkan pihaknya untuk rehabilitasi Dolly bukanlah program baru. Dia menyebutkan, sejak awal tahun 2011 lalu, pihaknya telah meluncurkan program khusus yaitu dakwah di lingkungan lokalisasi. Dana program itu berasal dari donator Muhammadiyah. 

Dia menceritakan, Muhammadiyah telah memberdayakan penghuni bekas lokalisasi Dupak Bangunsari dan Kremil, seperti pelatihan kewirausahaan. Tak hanya itu, pihaknya juga memberikan modal untuk usaha secara bertahap. Diantaranya, memberikan uang untuk modal sebanyak Rp 10-15 juta per kios. Masyarakat kemudian memanfaatkan bantuan modal itu untuk membuka usaha seperti cuci pakaian. Dakwah ini, kata dia, diakui cukup berhasil bahkan kini menjadi program unggulan. Program inilah yang akan dilanjutkan di Dolly. 

‘’Meski kami belum (terlibat) terlalu jauh tetapi kami akan terus memberdayakan masyarakat dan memberikan pendampingan penghuni Dolly. Jadi benar-benar mengangkat martabat,’’ ujarnya. (republika/SP)

Friday, June 6, 2014

Tepat 100 tahun 'AISYIYAH Menghelat Tanwir 'AISYIYAH di Surakarta


Tepat memasuki usia 100 tahun, ’Aisyiyah kembali menghelat sidang evaluasi amanat keputusan Tanwir I yang dilaksanakan Oktober 2013 lalu di Yogyakarta dalam sidang Tanwir II.

Tanwir II ini akan dihelat di STIKES ’Aisyiyah Surakarta dari tanggal 6 – 8 Juni 2014 mendatang. Dengan mengangkat tema “Penguatan Gerakan Dakwah Pemberdayaan Untuk Pencerahan Masyarakat”, ’Aisyiyah memfokuskan sidang Tanwir II untuk membuat strategi percepatan pelaksanaan program di berbagai wilayah dan majelis sesuai keputusan Muktamar ke-46.

Semangat yang dibawa dalam Tanwir II ini tetap pada gerakan praksis sosial al-Ma’un yang diintegrasikan dalam berbagai program kerja. Praksis sosial al-Ma’un di sini adalah dengan memberikan pelayanan kepada kaum dlu’afâ’ mustadlafîn. Yaitu kelompok masyarakat yang lemah dan terpinggirkan khususnya para perempuan dan anak-anak, agar mereka dapat dilepaskan dari lilitan kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan menuju kehidupan yang baik (hayâtan thayyibah) serta bahagia di dunia dan akherat.



Selain melanjutkan amanat keputusan Tanwir I, Tanwir II fokus pada evaluasi hambatan dan menentukan strategi untuk percepatan pelaksanaan program sebelum Muktamar ke-47 yang akan dihelat bersamaan dengan Muhammadiyah di Makassar 2015 mendatang.

Sidang Tanwir II ini dibuka di Batari (06/06) oleh Pimpinan Pusat ’Aisyiyah, Noordjannah Djohantini dan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Din Syamsudin.(aisyiyah.or.id)

Wednesday, June 4, 2014

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H/2014 M Wilayah Indonesia

PP Muhammadiyah telah menetapkan bahwa Ramadhan 1435 H akan tiba pada tanggal 27 Juni petang, sehingga puasa akan dimulai pada Sabtu, 28 Juni 2014. Ustadz Oman Fathurahman SW dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah telah menyusun jadwal imsakiyah berdasarkan metode hisab yang beliau lakukan.


Jadwal tersebut telah dimuat di Majalah Suara Muhammadiyah edisi 10/99/16 Rajab – 1 Sya’ban 1435 H, atau edisi 16-31 Mei 2014. Berikut adalah jadwal imsakiyah ramadhan 1435 H yang bisa Anda download dalam versi JPEG (Gambar) dan PDF. Versi JPEG memiliki ukuran yang lebih besar (kisaran 3-4 MB) sedang format PDF lebih kecil (sekira 1-2 MB).

Format JPEG

Format PDF

sumber: pcpmminggir

Monday, June 2, 2014

Hasil Muktamar IMM, Inilah Ketum IMM 2014-2016


Sukoharjo- Muktamar setengah abad IMM yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Surakarta, di Pabelan,Kartasura,Sukoharjo kemarin secara resmi ditutup. Dari hasil pemungutan suara di peroleh 13 nama suara terbanyak. Mereka merupakan formatur yang akan bermusyawarah untuk menentukan kepengurusan IMM 2014-2016
 
Benny Pramula



 
Jihadul Mubarok,Benny Pramula,Fahman,Abdul Rahman

Berikut hasil Muktamar IMM di Solo. Dari hasil 13 formatur berikut :
1. Maulana Ishak
2. Defi Yasmardi

3. Daeng Yadi Kusnadi Al-Haddad 
4. Benny Pramula
5. Ela Nofita Sari
6. Abdul Rahman
7. Azrizal Nasri
8. M. Abdan Syakura

9. Muntazhimah Nasution
10. Yakub
11. Al Ridwan Al Faruq
12. Irfan
13. Taufan Putrev Korompot.


Dalam rapat formatur tersebut dihasilkan Immawan Benny Pramula sebagai Ketua Umum dan Immawan Abdul Rahman sebagai Sekretaris Umum DPP IMM Periode 2014 - 2016. [sp/mch]

Sunday, June 1, 2014

Amien Rais : Kader IMM Perlu Diuji Baca Al Qur'an


Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah,  Amien Rais, mengusulkan agar seleksi anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dilakukan dengan membaca Al Quran. Pasalnya, Al Quran menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan manusia.
 
Ia juga mendorong agar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM mengadakan kursus sederhana Bahasa Arab untuk Arab yang memadai dapat menjadi bekal mahasiswa untuk mempelajari Al Quran. Mereka pun akan lebih mudah memahami kandungan-kandungan kitab suci tersebut.

“Alangkah baiknya kalau yang mau jadi anggota IMM Dewan Pimpinan Pusat (DPP) diuji membaca Al Quran,” ujarnya dalam kuliah umum bertajuk Peran Politik Islam dalam Mewujudkan Indonesia yang Berkemajuan di Muktamar XVI Setengah Abad IMM di gedung auditorium Moh Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Jumat kemarin (30/5).
Pria kelahiran Solo 70 tahun silam ini mengemukakan, referensi pedoman hidup selain Al Quran yakni hukum alam dan sejarah. Dalam Al Quran sendiri dijelaskan Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa yang ada pada diri mereka.

Hal ini termasuk perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara dimana negara tidak akan maju tanpa adanya partisipasi oleh masyarakat. Partisipasi masyarakat dapat melalui keaktifannya di politik.[sp/muhammadiyah.or.id]

Friday, May 30, 2014

IPM Jawa Timur Adakan Sekolah Ilmu Pelajar Berkemajuan dan Pelatihan Da'i Pelajar

Malang -  Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Timur mengadakan kegiatan Sekolahh Ilmu Pelajar Berkemajuan dan Pelatihan Da'i Pelajar di  Panti Asuhan Putra Muhammmadiyah Kota Malang. Kegiatan yang di laksanakan pada hari Kamis-Sabtu, 29-31 Mei 2014 tersebut diikuti oleh berbagai perwakilan daerah IPM se-Jawa Timur.
Kegiatan tersebut sangat menarik dengan adanya berbagai pemateri yang berkompeten dibidangnya, dengan peserta yang aktif semakin menambah serunya kegiatan ini. Semua peserta berharap dala mengambil ilmu dan manfaat dari acara ini dan mengimplementasikanya. (uum)

Foto terkait:

















Lulusan Perguruan Muhammadiyah Harus Menjadi Cendekiawan dan Agamawan

Semarang- Kelulusan bukan akhir dari sebuah perjuangan. Masih ada perjuangan baru yang lebih berat dan syarat dengan tantangan. 
 
Yakni mengamalkan ilmu dan ajaran nilai- nilai Islam serta berpikir sebagai intelektual muslim yang bermoral, agar hidup lebih bermanfaat. Baik bermanfaat untuk diri sendiri maupun bermanfaat bagi kemaslahan umat yang lebih banyak. 

Hal ini ditegaskan Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Dr Djamaluddin Darwis MA pada pidato Wisuda ke-20 Unimus, tahun 2014, di Convention Hall Hotel Patra Jasa, Semarang, Rabu (28/5).

Menurut Djamaluddin, KH Ahmad Dahlan telah berpesan ‘Dadiyo Kiai Sing Kemajuan’. Pemahamannya para alumni yang pernah mengenyam pendidikan di perguruan Muhammadiyah harus mampu menjadi cendekiawan sekaligus agamawan yang teguh menjaga keimanan, amal shalih dan akhlakul karimah.

Sebagai lulusan yang siap terjun untuk mengabdi di tengah- tengah masyarakat, para lulusan Unimus juga harus memiliki sikap yang selalu ingin mencapai kemajuan, dinamis dan berwawasan luas.  

“Tidak jumud dan terelakang untuk beribadah (mengabdi kepada Allah) dan kepada umat dan bangsa Indonesia,” ungkapnya. 

Untuk itu, kata Djamaluddin, para wisudawan Unimus harus senantiasa belajar, menempa diri melalui kurikulum dunia nyata yang ada dalam kehidupan masyarakat, maupun jenjang pendidikan yang lebih tinggi, seperti S2 dan S3. “Sehingga mampu membuka cakrawala baru,” tambahnya. 

Sementara itu, pada wisuda kali ini Unimus meluluskan 195 wisudawan. Terdiri atas 169 wisudawan program sarjana, 26 wisudawan program diploma, dari delapan fakultas dan 22 program studi. 

“Hingga wisuda ke-20 ini, Unimus telah meluluskan 5.392 orang sarjana dan ahli madya, yang kini telah tersebar di tanah air dalam mengabdikan ilmu dan ketrampilannya di tengah- tengah masyarakat,” tambahnya.[sp/rol]

Saksikan !!! VIDEO Lengkap Hari Ber-Muhammadiyah di Stadion Manahan SOLO




  


  


  


Thursday, May 29, 2014

Inilah 6 Kriteria Ketum PP Muhammadiyah 2015-2020


Samarinda-  Sidang Tanwir Muhammadiyah tahun 2014 yang telah selesai di Samarinda, Kalimantan Timur, menetapkan sejumlah kriteria baku untuk calon ketua umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendatang.

Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah, Imam Ad-Daruqutni, menjelaskan enam kriteria baku kepada Republika.

Adapun keenam Kriteria baku itu, antara lain:

1. Sudah memiliki kartu anggota, minimal lima tahun lamanya. Namun, ada usulan persyaratan itu diubah menjadi minimal 1 tahun;

2.  Pernah menjadi pengurus Muhammadiyah;

3. Tidak merangkap jabatan di organisasi yang sejenis;

4. Tidak merangkap jabatan struktural dalam muhammadiyah;

5. Batas usia, ada pikiran atau usulan perlunya berbatas maksimal dan minimal (tertua/ termuda), namun itu baru sebatas pemikiran;

6. Calon ketua PP Muhammadiyah, minimal didukung oleh anggota Tanwir minimal 3 orang. Terkait syarat ini, ada usulan perubahan menjadi minimal diusulkan oleh 1 orang anggota Tanwir.

Wednesday, May 28, 2014

LAZISMU : Kader IMM Harus Mandiri di Bidang Ekonomi

Surakarta – Hari kedua Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surakarta sejak dibuka di stadion Manahan Solo oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin kemarin Selasa (27/5) . Muktamar IMM siang ini menggelar seminar tentang mewujudkan kemandirian ekonomi nasional, diadakannya seminar ini diharapkan para peserta dan penggembira bisa mewujudkan sebuah kemandirian ekonomi, dalam berorganisasi maupun pribadi.
Sebagai pembicara tunggal dalam seminar ini direktur Lembaga Zakat Nasional milik Persyarikatan, yakni LAZISMU menyampaikan pandangan mengenai apa saja hal-hal yang perlu diwujudkan dalam mengembangkan kemandirian ekonomi nasional. “Adik-adik IMM hari ini tentunya harus bisa mengembangkan bisnis yang menguntungkan sesuai kebutuhan pasar, keuntungan ini kemudian bisa memengaruhi perkembangan keuangan organisasi dalam fundrising misalnya. Sehingga IMM punya alternatif pemasukan dana selain dari proposal,” ujar Khoirul Mutaqin, Diretur Utama LAZISMU Pusat.
Dirut LAZISMU yang sering disapa Cak Irul ini menambahkan bahwa bidang ekonomi IMM tentunya harus mengonsep bagaimana pengembangan ekonomi mandiri kader-kader IMM di daerah. “Dalam konsep mewujudkan kemandirian ekonomi nasional, tentunya di Muktamar ini harus ada grand desain kemandirian ekonomi, yang nantinya akan diteruskan di struktur bidang Ekonomi di IMM,” ujarnya.
Muktamar IMM ke XVI merupakan Muktamar setengah abad, yang digelar sejak kemarin (27/5) hingga Jumat (30/5) di Auditorium Mohammad Djazman, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Hadir ratusan delegasi DPD dan PC IMM Se Indonesia untuk memeriahkan agenda Muktamar IMM Ke XVI. [sp/muhammadiyah.or.id]

Muhammadiyah Akan Menyusun Kitab Tafsir At-Tanwir


Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid sedang menyusun kitab tafsir Alquran at-Tanwir sebagai produk tafsir Muhammadiyah.

Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, Yunahar Ilyas mengatakan tafsir at-Tanwir disusun sebagai amanah Muktamar satu abad di Yogyakarta tahun 2010.

Terhitung karya tafsir Alquran berbahasa Indonesia masih sedikit dan rata-rata karya perorangan. Seperti tafsir al-Azhar karya Buya Hamka, al-Misbah karya Quraish Shihab dan tafsir Kementerian Agama.

"Kita tafsir kelembagaan Muhammadiyah," ujar Yunahar di sela-sela Tanwir Muhammadiyah, Samarinda, Ahad (25/5).

Yunahar melanjutkan, sesuai namanya tafsir at-Tanwir, isinya akan berbeda dari kitab-kitab tafsir yang ada. Penjelasan yang diberikan juga tidak akan mengulang apa yang sudah ditulis para mufasir balik klasik maupun modern. "Harus mencerahkan seperti tema besar Muhammadiyah," tutur Yunahar.

Tim penyusun sendiri terdiri dari 25 orang ahli tafsir dan ahli di bidang-bidang khusus. Tim ini terdiri dari beberapa anggota Majelis Tarjih dan penguruh daerah yang memiliki kapasitas. Metode penyusunannya, terang Yunahar, dibagi per tema. Satu orang musfasir memegang satu tema.

Setelah ditulis kemudian dipanelkan di tim 25 kemudian diperbaiki penulis jika ada masukan. "Alquran itu kan bisa dibagi jadi beberapa tema," terang Yunahar. Setelah diperbaiki kemudian diserahkan ke tim editing.

Yunahar mengakui fase yang cukup berat saat draf memasuki fase editing. Di fase ini tulisan-tulisan dari masing-masing mufasir disinkronkan dari segi panjang dan gaya bahasa. "Ada yang menulis panjang ada yang ringkas. Di fase ini yang paling lama." Sejak dimulai tahun lalu, pembahasan baru sampai di surah Ali Imran. "Meskipun yang sudah dipanelkan baru selesai al-Baqarah."

Yunahar mengaku pengerjaan karya tafsir ini agak lambat karena proses editing yang memakan waktu. Dia memperkirakan jika tak ada hambatan dalam penulisan, tafsir at-Tanwir baru akan selesai enam tahun ke depan. "Kemungkinan kita cetak per juz."

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin menambahkan tafsir at-Tanwir adalah karya monumental Muhammadiyah memasuki abad kedua.Muhammadiyah merasa penting memiliki kitab tafsir karena sebagai gerakan keagamaan memerlukan sebuah rujukan. "Ini program jangka panjang, memang pengerjaannya agak lambat," terangnya.

Tafsir at-Tanwir sendiri bagi Din, akan melengkapi khazanah tafsir klasik yang panjang dalam mengurai ayat maupun tafsir penjelasan singkat yang banyak muncul saat ini. "Ini nanti tengahan lah. Ada nilai pesan etika dari ayat yang bisa diamalkan umat Islam."
Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, Yunahar Ilyas mengatakan tafsir at-Tanwir disusun sebagai amanah Muktamar satu abad di Yogyakarta tahun 2010.

Terhitung karya tafsir Alquran berbahasa Indonesia masih sedikit dan rata-rata karya perorangan. Seperti tafsir al-Azhar karya Buya Hamka, al-Misbah karya Quraish Shihab dan tafsir Kementerian Agama.

"Kita tafsir kelembagaan Muhammadiyah," ujar Yunahar di sela-sela Tanwir Muhammadiyah, Samarinda, Ahad (25/5).

Yunahar melanjutkan, sesuai namanya tafsir at-Tanwir, isinya akan berbeda dari kitab-kitab tafsir yang ada. Penjelasan yang diberikan juga tidak akan mengulang apa yang sudah ditulis para mufasir balik klasik maupun modern. "Harus mencerahkan seperti tema besar Muhammadiyah," tutur Yunahar.

Tim penyusun sendiri terdiri dari 25 orang ahli tafsir dan ahli di bidang-bidang khusus. Tim ini terdiri dari beberapa anggota Majelis Tarjih dan penguruh daerah yang memiliki kapasitas. Metode penyusunannya, terang Yunahar, dibagi per tema. Satu orang musfasir memegang satu tema.

Setelah ditulis kemudian dipanelkan di tim 25 kemudian diperbaiki penulis jika ada masukan. "Alquran itu kan bisa dibagi jadi beberapa tema," terang Yunahar. Setelah diperbaiki kemudian diserahkan ke tim editing.

Yunahar mengakui fase yang cukup berat saat draf memasuki fase editing. Di fase ini tulisan-tulisan dari masing-masing mufasir disinkronkan dari segi panjang dan gaya bahasa. "Ada yang menulis panjang ada yang ringkas. Di fase ini yang paling lama." Sejak dimulai tahun lalu, pembahasan baru sampai di surah Ali Imran. "Meskipun yang sudah dipanelkan baru selesai al-Baqarah."

Yunahar mengaku pengerjaan karya tafsir ini agak lambat karena proses editing yang memakan waktu. Dia memperkirakan jika tak ada hambatan dalam penulisan, tafsir at-Tanwir baru akan selesai enam tahun ke depan. "Kemungkinan kita cetak per juz."

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin menambahkan tafsir at-Tanwir adalah karya monumental Muhammadiyah memasuki abad kedua.Muhammadiyah merasa penting memiliki kitab tafsir karena sebagai gerakan keagamaan memerlukan sebuah rujukan. "Ini program jangka panjang, memang pengerjaannya agak lambat," terangnya.

Tafsir at-Tanwir sendiri bagi Din, akan melengkapi khazanah tafsir klasik yang panjang dalam mengurai ayat maupun tafsir penjelasan singkat yang banyak muncul saat ini. "Ini nanti tengahan lah. Ada nilai pesan etika dari ayat yang bisa diamalkan umat Islam." [sp/rol]

Pemuda Muhammadiyah Yogyakarta Tegaskan Netral dalam Pilpres 2014

Yogyakarta - Pemuda Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan diri bersikap netral dalam ajang Pemilu Presiden 2014.

"Pemuda Muhammadiyah DIY bersikap netral. Kami melihat banyak pihak-pihak yang ingin memanfaatkan Pemuda Muhammadiyah yang memiliki basis massa besar, terlebih saat ini situasi politik terus memanas jelang pemungutan suara Pilpres," kata Ridwan Furqoni, ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PW PM DIY) di Yogyakarta, Selasa (27/5).

Dia mengatakan sikap netral PW PM DIY itu ditunjukkan dengan tidak mendukung atau menolak salah satu calon yang ada. "Oleh karenanya kami ingin agar kader-kader PM memegang penuh independensi yang terlepas dari kepentingan pragmatis kelompok manapun."

"Kami juga berharap kader-kader Pemuda Muhammadiyah dapat tetap solid dalam memberi kontribusi masa depan bangsa," kata dia.

Meski bersikap netral, Ridwan berharap capres-cawapres yang nantinya menang dalam Pilpres 2014 dapat memberikan yang terbaik bagi Indonesia yang lebih baik dan mandiri.

"Namun demikian, sebagai sebuah gerakan Islam yang masih memperjuangkan nilai-nilai idealisme dan menginginkan terwujudnya cita-cita luhur masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, Pemuda Muhammadiyah mengharapkan bahwa pemimpin yang terpilih nanti adalah pemimpin yang berpihak kepada kepentingan umat Islam dan bangsa, bukan pemimpin yang tunduk pada kepentingan bangsa lain," kata dia.

Pemuda Muhammadiyah sendiri merupakan salah satu organisasi otonom dari ormas Muhammadiyah yang anggotanya adalah para pemuda. Organisasi tersebut didirikan dengan maksud dan tujuan untuk menghimpun, membina dan menggerakkan potensi pemuda Islam serta meningkatkan perannya sebagai kader untuk mencapai tujuan Muhammadiyah. [sp/rol]

Tuesday, May 27, 2014

Din Syamsuddin : Warga Muhammadiyah Jangan Golput


Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsudin, mendorong warga Muhammadiyah untuk jangan bertindak golongan putih (golput), tetapi harus menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu Umum Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli mendatang.
"Muhammadiyah telah mendorong dan menyerukan warganya untuk menunaikan hak pilihannya. Maka, warga Muhammadiyah jangan golput pada Pilpres mendatang," kata Din Syamsudin usai acara Tablig Akbar Hari Bermuhammadiyah se-Jawa Tengah, di Stadion Manahan Solo, Selasa (27/5/2014).

Menurut Din Syamsudin, Muhammadiyah ikut mendirikan bangsa dan Nngara Indonesia, serta masa depannya. Dan, pada butir pertama dinyatakan, bahwa Muhammadiyah memandang Pemilu Presiden sebagai agenda penting dan strategis.

"Muhammadiyah soal ini, tidak main-main. Pilpres dinilai penting dan strategis jangan kemudian semena-mena, tidak peduli, terlibat politik uang, tidak memilih secara cerdas. Hal ini, mengabaikan pentingnya Pilpres," kata Din Syamsudin.

Dim Syamsudin menjelaskan, Muhammadiyah juga merasa prihatin dengan gejala dan gelagak adanya isu kampanye hitam yang dilakukan oleh kedua pihak pasangan calon Presiden dan calon wakil Presiden yang saling menjek-jelekan terutama melalui media sosial.

Bahkan, kata dia, sebagian isu-isu bernada fitnah. Jika hal ini, terus dikembangkan akan dapat merusak kualitas demokrasi. "Kami akan kehilangan peluang lomba adu konsep, pikiran, visi dan misi dari pasangan Capres dan cawapres 2014," katanya.

Menurut Din Syamsudin, jika ada hal-hal yang dinyakini benar, dan bukan isu, maka mereka dapat menyelesaikan melalui proses hukum. Hal ini, jangan ditebar di media massa. "Saya melihat dua belah pihak melakukan kampanye hitam dan hal ini tidak positif bagi pembangunan demokrasi kami," katanya.

Oleh Karena itu, Muhammadiyah meminta kepada pasangan Capres dan Cawapres, serta khusus tim sukses maupun pendukungnya untuk menghentikan berbagai kampanye hitam itu, apalagi yang berbau sara. Karena, hal ini sangat potensial untuk menciptakan perpecahan di tubuh bangsa ini.

"Pasangan Capres dan Cawapres silahkan menyampaikan visi misinya, mari kita nilai dan menentukan pilihannya," katanya. [sp/antara]

Muktamar IMM di Solo Bahas Gerakan Berkemajuan


Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang merupakan organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah menggelar Muktamar ke XVI di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah Selasa (27/5). Pembukaan Muktamar IMM setengah abad ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. KH. Din Syamsudin. 
 
Muktamar IMM yang akan berlangsung hingga 30 Mei ini, akan membahas ide gerakan berkemajuan yang selaras dengan agenda Tanwir Muhammadiyah di Samarinda sebelumnya, tentang Pemimpin Indonesia yang berkemajuan. 

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM Djihadul Mubarok mengatakan, tema Muktamar IMM kali ini Meretas Zaman, Membumikan Gerakan untuk Indonesia Berkemajuan.

"Tema ini menjadi sebuah spririt bagi IMM di umur yang setengah abad ini untuk mengakselerasi gerakan Indonesia yang berkemajuan dan mengglobalkannya," ujar Djihad melalui pesan singkatnya kepada Republika, Selasa. 

Menurut dia, agenda ini sangat selaras dengan program besar Muhammadiyah, dan IMM yang saat ini telah menorehkan sejarah menjadi tuan rumah International Youth Conference dengan peserta dari seluruh penjuru dunia.

Muktamar IMM kali ini selain dihadiri jajaran PP Muhammadiyah, ortom dan 5000 kader IMM dari seluruh Indonesia, turut hadir pula pimpinan daerah Gubernur Jawa Tengah serta Wali akota surakarta. 

"Peserta muktamar berjumlah lebih dari 5000 kader ikatan mahasiswa muhammadiyah yg terdiri dari peserta penuh dan peserta penggembira berasal dari sabang sampai merauke," jelas Sudarto selaku ketua panitia. 

Ia melanjutkan, usai pembukaan di Stadion Manahan Solo, agenda pembahasan Muktamar lain hingga pemilihan Ketua Umum akan digelar di Universitas Muhammadiyah Surakarta hingga akhir acara 30 Mei mendatang. [sp/rol]

Foto Gallery Muhammadiyah On Manahan Stadium

60 ribu warga Muhammadiyah memadati Stadion Manahan Solo, Selasa (27/5/2014). Mereka menggelar berbagai kegiatan dalam rangka Memperingati 1 Abad Aisyiyah sekaligus Acara Tabligh Akbar Hari Bermuhammadiyah dan juga pembukaan Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Kami redaksi memiliki galeri foto kegiatan Muhammadiyah di Stadion Manahan yang kami himpun dari reporter kami dan jejaring sangpencerah.com yang sempat hadir di Stadion Manahan.
Tribun Utama penuh sesak

antri memasuki tribun stadion




suasana tribun

tribun yang penuh dengan peserta

peserta teap antusias walaupun terik panas
Drum Band KOKAM Banyumas
Devile Drumband KOKAM
PP Aisyiyah bersama Prof. Din Syamsuddin
Ketua PP Muhammadiyah bersama Gubernur Jawa Tengah
Sambutan Ketua PP Muhammadiyah
Peserta Menyimak Pemaparan Ketua PP Muhammadiyah
Peserta Yang Sudah Berusia Tua Tidak Mau Kalah Semangat
Tribun Utama Stadion Manahan
Korps HW sigap membantu peserta
Devile Marching Band Universistas Muhammadiyah Surakarta