Showing posts with label news. Show all posts
Showing posts with label news. Show all posts

Monday, June 9, 2014

Ulama Besar Lirboyo "KH Ahmad Idris" Wafat


Jakarta- Innalillahi wa Innalillahi Rooji'un, bangsa Indonesia kembali kehilangan ulama besar dengan wafatnya KH. Ahmad Idris Marzuki, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kediri.

Almarhum wafat pada pukul 09:50, di Rumah Sakit (RS) Dr. Soetomo, Surabaya. Rencananya, almarhum akan dimakamkan malam ini, pukul 20:00 WIB, di pemakaman keluarga Lirboyo.
 
Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siraj, menyatakan sangat kehilangan dan berduka terhadap wafatnya almarhum KH. Idris Marzuki.

"Sebagai murid, saya tentu sangat kehilangan dan sangat berduka. Atas nama pribadi dan Nahdlatul Ulama, saya sampaikan belasungkawa. Insya Allah, siang ini saya akan ke Kediri untuk takziah," tutur Kiai Said pada Senin pagi (9/6).

Mbah Kiai Idris merupakan ulama besar, sederhana, zuhud dan sama sekali tidak memikirkan dunia.

Kiai Said masih ingat saat Muktamar (NU) di Lirboyo dahulu, bagaimana beliau berusaha keras untuk bisa menyukseskan acara.  Padahal, fasilitas yang ada saat itu tidak sebagus sekarang. Mbah Kiai Idris meninggal dengan tenang, karena meninggalkan murid-murid dalam kondisi yang saat ini sudah baik.

Jasa almarhum, tutur Kiai Said, sangat besar sekali, tidak hanya untuk Lirboyo, tapi juga umat Islam dan warga NU pada umumnya. "Saya bertemu terakhir kemarin, 4 Juni, saat bersama-sama ke Ploso (Haul Ploso). Tidak ada pesan apapun, beliau juga masih senyum-senyum," ujar Kiai Said. Saat itu, Kiai Idris memang sudah sakit, tapi masih tenang dan cerdas saat berbicara. [sp/rol]

Hari ini Lukman Hakim Dilantik Jadi Menteri Agama

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Senin (09/06/2014) pukul 10.00 WIB, dijadwalkan akan melantik Menteri Agama yang baru pengganti Suryadharma Ali yang mengundurkan diri pada Senin (26/05/2014) lalu di Istana Negara, Jakarta.
 
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Suryadharma Ali mengundurkan diri dari jabatannya selaku Menteri Agama menyusul penetapan dirinya sebagai tersangka korupsi kasus haji pada 2012. Sesaat setelah Suryadharma Ali mundur, Presiden SBY menunjuk Menko Kesra Agung Laksono sebagai Menteri Agama Ad Interim.

Dalam masa tugasnya yang sangat singkat itu, Menteri Agama Ad Interim Agung Laksono telah berhasil menyelesaikan pergantian jabatan Dirjen Penyelenggaraan Umroh dan Haji, dari Anggito Abimanyu yang mengundurkan diri karena alasan akan berkonsentrasi menghadapi kasus hukum yang terkait Suryadharma Ali kepada Abdul Djamil yang sebelumnya menjabat sebagai Dirjen Binmas Islam.

Selain itu, Agung Laksono juga telah menetapkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 1435H/2014M tentang Pembayaran Biaya Penyelengagraan Ibadah Haji (BPIH) Reguler Tahun 1435H/2014M menyusul ditandatanganinya Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2014 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1435H/2014M oleh Presiden SBY pada 30 Mei 2014.

Terkait dengan pengisian jabatan Menteri Agama ini, Presiden SBY saat melakukan kunjungan kerja ke Batam, Kamis (05/06/2014) telah memanggil Wakil Ketua Umum DPP PPP yang juga Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saefudin.

Seusai bertemu Presiden SBY, Lukman Hakim Saefudin yang juga merupakan putra mantan Menteri Agama KH. Saefudin Zuhri itu mengaku mendapatkan amanah baru untuk menjadi Menteri Agama menggantikan Suryadharma Ali yang telah mengundurkan diri.

“Insya Allah dilantik Senin (09/06/2014),” kata Lukman Hakin kepada wartawan dikutip laman Setkab.

Lukman menilai, kepercayaan dan tanggung jawab yang diberikan oleh Presiden SBY kepadanya sebagai suatu kehormatan. “Ini sebuah kepercayaan yang luar biasa berat, karena beban dan tanggung jawab yang ada dan waktu yang tersedia tidak panjang. Hanya empat bulan,” ujar Lukman Hakim.

Namun demikian, Lukman menilai, posisi barunya itu sebagai ladang ibadah. Ia berjanji akan membawa Kementerian Agama (Kemenag) khususnya, dan kehidupan beragama umumnya menjadi makin baik.[sp/hidayatullah]

Sunday, June 8, 2014

Adzan Pertama Kali Berkumandang di Vatikan

Jakarta- Berkumandangnya adzan di Vatikan untuk pertama kalinya dalam sejarah menujukkan dakwah Islam berkembang Pesat di pusat Ibu Kota Italia, Roma. Hal ini sungguh luar biasa dan patut disyukuri.

Mantan duta besar RI untuk Qatar, Abdul Wahid Maktub, menyatakan Masjid terbesar di Eropa saat ini berada di Roma, yang notabene dekat sekali dengan Vatikan (ibarat negara dalam negara).

"Mendengar dan membaca berita ini, bagi saya suatu hal biasa dan tidak terlalu mengejutkan. Namun, patut disyukuri perkembangan dakwah Islam di pusat kota Roma sungguh luar biasa," tutur Abdul Wahid saat dihubungi Republika, Ahad malam (8/6).

Kegiatan semacam ini membawa pesan dunia bahwa konflik Arab (Palestina) - Israel sebenarnya bukanlah konflik agama, melainkan konflik politik.  Itu sebabnya, agama harus dimanfaatkan sebagai salah satu instrumen penyelesaian dan solusi konflik Palestina, bukan justru  memperparah konflik yang ada.

Upaya Vatikan ikut membantu  mediasi konflik itu patut dihargai semua pihak. "Namun, saya masih tetap pesimistis karena sudah banyak resolusi PBB yang tidak dipatuhi Israel, apalagi negara kecil Vatikan. Padahal, PBB adalah badan dunia," tuturnya.

Ketua DPP PKB itu juga berharap pendekatan baru upaya mediasi Vatikan akan membawa dampak yang baik terhadap kesadaran publik.

Agama dan Tokoh Agama dapat memainkan peranan yang cukup signifikan bagi upaya terciptanya perdamaian dan keamanan dunia (world peace and security). "Saya sendiri pernah beberapa kali melakukan sholat jum'at di Mesjid terbesar di Eropa itu," papar Abdul Wahid.

Ia juga merasa sangat terkejut karena jamaahnya membludak luar biasa, penuh dan tidak ada tempat yang kosong.

Pemandangan yang sungguh indah adalah jamaahnya sungguh sangat beragam, bahkan tidak sedikit yang berkulit putih alias orang asli roma sendiri. Artinya, jelas Abdul Wahid, kegiatan Adzan, membaca Alquran dan Sholat di Roma, yang sangat dekat dengan Vatikan, bukanlah suatu kegiatan baru yang dianggap aneh dan unik, tetapi sudah menjadi pemandangan biasa.[sp/rol]

Muhammadiyah Mengentaskan PSK Dolly Dengan Bantuan Modal Usaha


12 dari 18 warga binaan Ormas Muhammadiyah Surabaya, Jawa Timur dari lokalisasi Jarak dan Gang Dolly, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan mendapat bantuan usaha. Di tengah suasana di lokalisasi tengah bergejolak akibat rencana penutupan lokalisasi oleh Pemkot Surabaya pada 18 Juni mendatang.

Hari Minggu (8/6), ke 12 orang terdiri lima orang pekerja seks komersial (PSK) aktif, dua eks PSK, mucikari dan warga setempat itu menerima santunan di Kantor Muhammadiyah di Jalan Sutorejo, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya oleh Lembaga Zakat Nasional Muhammadiyah (Lazismu).

Bantuan yang diberikan itu, berupa peralatan rumah tangga, bantuan usaha secara berkala lewat tabungan bank niaga syariah dan modal usaha berupa uang tunai Rp 400 ribu.

"Saat ini, baru 12 orang yang menerima bantuan itu, sisanya menyusul. Bantuan ini kita lakukan sembunyi-sembunyi, karena khawatir mereka mendapat intimidasi dari yang menolak penutupan lokalisasi. Mereka yang mendapat bantuan usaha itu adalah warga binaan yang berada di lokalisasi Dolly dan Jarak," terang Ketua Muhammadiyah Surabaya, Zayin Chudlori.

Menurut Zayin, pembinaan terhadap PSK, mucikari dan warga di Jarak dan Gang Dolly terus dilakukan pihaknya untuk mengentas masalah sosial di masyarakat. Terlebih, adanya rencana Pemkot Surabaya, yang akan menutup lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara itu pada 18 Juni mendatang.

"Pembinaan ini rutin kami lakukan. Kita juga mencari solusi sebagai dampak penutupan yang dilakukan pemerintah. Untuk pembinaan sendiri, kita memiliki 25 orang relawan yang siap turun melakukan pembinaan. Kita harus selamatkan mereka dari lembah hitam, kita ajak mereka untuk bersama-sama menjadi baik," papar dia.

Senada, Ketua Relawan, Arif AN menjelaskan, pembinaan yang dilakukannya sejak Oktober 2013 lalu, tidak terpengaruh dengan rencana penutupan lokalisasi yang dilakukan Pemkot Surabaya. "Ditutup atau tidak, yang kita pikirkan masalah sosial dan mengentaskan mereka dengan memberi jaminan usaha," katanya.

Dia mengatakan, pembinaan yang dilakukan dengan berbagai cara, seperti pengetahuan agama, memberi bantuan sosial dan pelatihan kerja. "Pembinaan yang kita lakukan bertahap, kita tidak memaksa mereka untuk keluar dari kehidupannya yang sekarang, tapi kami memberikan penyadaran melalui ilmu keagamaan," tandas dia.

Sedangkan ST (40), PSK lokalisasi Jarak, yang masih aktif menjajakan diri, mengaku sangat senang dengan bantuan itu. Dia mengucap banyak terima kasih. Meski masih kerap melayani tamu-tamunya untuk memberi service cinta satu malam, dia mengaku sangat ingin sekali bertaubat dan keluar dari kehidupannya yang sekarang.

"Saya memang masih aktif, saya sudah 10 tahun di Jarak, tapi sekarang sudah jarang. Saya terima kasih mendapat perhatian, dan saya ingin berhenti dari kehidupan yang sekarang dan ingin bekerja halal," ujar PSK yang mengaku beranak dua itu.(sp/md)

Robot Siswa SD MUHAMMADIYAH Raih Juara di Singapura

Empat murid SD Muhammadiyah 4 Pucang, Surabaya, Jawa Timur, sukses menggondol juara pada lomba Robocup Singapore 2014 di Singapura. Karya mereka, robot tempat sampah otomatis, menyisihkan 20 tim dari Singapura, Tiongkok, Thailand, dan Malaysia.

Nova, nama robot hasil rakitan murid SD Muhammadiyah 4, diganjar juara pertama kategori robot kreatif. Nova memang bisa berjalan menyusuri ruang kelas dan mengampiri siswa maupun guru yang hendak membuang sampah. Robot tempat sampah ini bisa membuka dan menutup sendiri penutup tempat sampah.

"Robot dilengkapi dengan sensor inframerah yang mampu mendeteksi barang maupun tangan orang," kata Endik Setiawan, guru pembimbing keempat siswa.

Endik menerangkan, Nova dikendalikan oleh program Android yang ada pada sebuah smartphone. Program itu bertugas mengirimkan perintah melalui bluetooth. Tak cuma maju dan mundur, menurut Endik, Nova juga bisa berbelok arah. Menurutnya biaya pembuatan Nova tergolong murah. Cuma Rp250 ribu. Waktu perakitan robot sampah ini pun tak lama, sekitar dua pekan. (Metrotvnews/SP)

Saturday, June 7, 2014

Wajah Islam di Museum Louvre Menara Eifell Paris

Selain mengunjungi Menara Eiffel, wisatawan dunia yang memadati Paris, Prancis, pada umumnya juga tidak akan melewatkan Museum Louvre. Museum yang menempati bangunan bekas istana raja ini menyedot jutaan wisatawan datang dalam setahun.

Sedikitnya, 350 ribu koleksi museum dipajang. Satu koleksi yang paling masyhur adalah lukisan Monalisa. Pengujung dari berbagai negara selalu berdesakan untuk bisa menyaksikan lukisan karya Leonardo Da Vinci itu dari dekat.

Selain itu, mereka pun berebut berfoto dekat Monalisa. Piramid kaca di bagian museum menjadi ciri khas dan lokasi pilihan para pengunjung untuk berfoto. Popularitas piramid kaca dan museum kian menanjak setelah menjadi lokasi pengambilan gambar film Da Vinci Code.

Selain karya seni dari para seniman kenamaan Eropa zaman dulu, Museum Louvre juga menyimpan benda-benda peninggalan sejarah peradaban Islam. Benda-benda tersebut dikumpulkan di satu area bernama Islamic Art Department.

Di sini tersimpan berbagai jenis benda yang menggambarkan perjalanan sejarah Islam. Ruangan Islamic Art Departement terdiri atas  dua lantai. Letaknya di sayap Denon museum itu. Secara keseluruhan, museum ini berbentuk huruf U dan terdiri atas tiga bagian.

Masing-masing bagian bernama sayap Richelieu, Sully, dan sayap Denon. Di dekat pintu utama masuk kumpulan koleksi peninggalan sejarah Islam, terpampang ringkasan perjalanan Islam pada masa kekhalifahan.

Koleksi benda sejarah Islam dipayungi atap kaca berbentuk sepeti karpet terbang. Seluruh ruangan Islamic Art Departemen luasnya mencapai 3.000 meter persegi. Dinding berwarna hitam menjadikan peninggalan kebudayaan Islam itu warnanya lebih kontras.


Desain ruangan Islamic Art Departement ini dibuat melalui kontes dunia. Pemenangnya adalah arsitek dari Milan, Italia Mario Bellini, yang bergabung dengan koleganya asal Prancis, Rudy Ricciotti. Kompetisi desain ruangan berlangsung pada 2005.

Secara resmi, bagian koleksi budaya Islam Museum Louvre itu dibuka pada 22 September 2012. Sehari menjelang pembukaan, Mario Bellini, menjelaskan konsep atap kaca mirip karpet terbang yang melindungi koleksi peninggalan Islam tersebut.

“Sesungguhnya konsep ini tidak merujuk sama sekali pada karpet terbang, tapi ini bentuk penghormatan terhadap koleksi Islam dan dikombinasikan dengan pengetahuan saya soal konteks budaya dan geografi perkembangan Islam,” tuturnya seperti dimuat archdaily.com.

Kurator bagian sejarah Islam Museum Louvre, Sophie Makariou, mengungkapkan, desain ruangan dibuat supaya pengunjung nyaman dan bebas menikmati benda-benda peninggalan sejarah Islam. Koleksi benda bersejarah di sana sekitar 3.000 barang.

Mereka dikelompokkan dalam empat bagian berdasar periodenya. Bagian pertama periode abad ke-7 M hingga abad ke-11 M, abad ke-11 hingga pertengahan abad ke-13, abad ke-13 hingga abad ke-16, dan  abad ke-16 M hingga abad ke-18 M.

“Lewat koleksi ini kami ingin berbagi soal keragaman sejarah Islam dalam 1.300 tahun,” tuturnya seperti dikutip laman  the economist. Benda-benda yang dipajang merupakan hasil seleksi dari lebih 20 ribu objek peninggalan sejarah Islam.

Dia berharap dari koleksi itu ada banyak hal yang bisa dipelajari. Selain dikelompokkan secara kronologis, penempatan koleksi-koleksi itu juga dibuat gradual. Di bagian dekat gerbang utama dipampang benda-benda yang tidak langsung berhubungan dengan ajaran Islam.

Misalnya, keramik-keramik peninggalan para pemimpin yang menguasai dunia Islam di masa lalu. Semakin masuk, warna religiusnya semakin kental. Benda-benda yang dipajang semakin langsung berhubungan dengan ajaran Islam.

Seperti mushaf Alquran, serpihan mihrab masjid bertuliskan ayat Alquran, juga lampu-lampu yang digunakan untuk tadarus Alquran pada zaman dulu.

Meski tidak seramai bagian yang menyimpan lukisan Monalisa, bagian budaya Islam Museum Louvre terus didatangi pengunjung dari berbagai negara.

Selain lewat tulisan singkat di dinding, penjelasan perjalanan sejarah Islam juga disediakan dalam bentuk video yang bisa dinikmati pengunjung melalui komputer mini. (ROL/SP)




UMM Sediakan 120 Beasiswa Bagi Anak Panti Asuhan Muhammadiyah

muhammadiyah
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyediakan 120 beasiswa bagi anak dari panti asuhan Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Setiap panti asuhan bisa mengajukan calon mahasiswa untuk memilih segala jurusan

Selain itu UMM mengurangi jumlah mahasiswa pada penerimaan mahasiswa tahun 2014. Periode lalu yang diterima sebanyak 7.600 mahasiswa. Sedangkan tahun ini akan turun menjadi 6.500 mahasiswa. Tujuannya, untuk menyesuaikan antara fasilitas. Selain itu, juga menyesuaikan antara rasio dosen dan mahasiswa.

"Demi menjaga kualitas pendidikan," kata Rektor Universitas Muhammadiyah Malang Muhajir Effendi, Selasa, 3 Juni 2014. Sedangkan pada seleksi pertama Mei lalu, dari sekitar 6.000 pendaftar, yang diterima hanya 3.000. Mereka menjalani serangkaian seleksi tes potensi akademik.

Selain itu, juga diberlakukan kuota untuk pemerataan bagi calon mahasiswa yang berada di daerah yang akses pendidikannya rendah. Jadi, calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik bagus tapi akses pendidikan rendah bisa mengenyam pendidikan di UMM.

Pendidikan Kedokteran dan Teknik Informatika menjadi program studi yang difavoritkan calon mahasiswa baru di UMM. Tahun ini UMM hanya menerima 170 pendaftar untuk Program Studi Pendidikan Kedokteran. Alasannya, kegiatan perkulihan program studi tersebut berbiaya tinggi. Jadi, UMM memilih membatasi jumlah mahasiswa yang mengambil Program Studi Pendidikan Kedokteran.(Tempo/SP)

"Meski biaya mahal, kebutuhannya juga besar, jadi tak benar jika semakin banyak mahasiswa semakin untung," katanya. Bahkan, tutur dia, dalam sebuah kelas pengajaran, dua dosen hanya mendampingi sepuluh mahasiswa. Jadi, biaya kegiatan perkuliahan cukup tinggi. Berbeda dengan program studi lainnya.

Pemerintah, ujar dia, memberikan subsidi bagi mahasiswa jurusan pendidikan kedokteran sebesar Rp 45 juta. Sedangkan UMM membebankan kegiatan dan biaya pendidikan kepada kepada orang tua mahasiswa. Dalam standar pendidikan kedokteran, UMM bekerja sama dengan Konsul Kedokteran Indonesia.

Selain itu, UMM juga menggelar uji kompetensi kedokteran nasional. Bahkan sejumlah perguruan tinggi negeri bergabung dengan uji kompetensi yang diselenggarakan UMM, seperti Universitas Mulawarman, Universitas Jember, dan Universitas Mataram.

UMM menyediakan 120 beasiswa bagi anak dari panti asuhan Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Setiap panti asuhan bisa mengajukan calon mahasiswa untuk memilih segala jurusan, kecuali kedokteran. "Semuanya gratis," katanya. (Tempo/SP)

Friday, June 6, 2014

Kontroversi "Perang Badar" , Pernyataan Amien Rais Yang Diplintir Media

Prof. Amien Rais, menjadi buah bibir terkait pernyataan kontroversinya soal 'perang badar'. Banyak yang menghujat Amien, karena dianggap terlalu berlebihan dan justru tidak menyejukkan dalam suasana pertarungan Pilpres 2014.

Amien, secara eksklusif memaparkan soal istilah 'perang badar' yang dikatakannya itu. "Jadi saya ketika membaca reaksi dari beberapa tokoh yang overeksesif dan tidak kena substansinya itu hanya bisa prihatin. Bagaimana mungkin, mereka tidak datang, hanya dengan membaca sepotong paragraf di media, mereka ramai-ramai memberikan reaksi yang malah justru menggelikan dan menyedihkan," tutur Amien di Jakarta, Rabu (4/6/2014).

Mantan Ketum PP Muhammadiyah ini mengatakan, pihak-pihak yang mengecamnya lepas konteks. Dia menyesalkan, pihak-pihak tersebut tidak datang dan mendengar secara utuh, malah lebih percaya penggalan-penggalan media tertentu.

"Untung Pak Anton Tabah sudah mengedarkan SMS ke beberapa tokoh yang mengatakan kira-kira "saya datang sendiri di masjid Al-Azhar dan Pak Amien maksudnya sama sekali bertolak belakang dengan yang dimengerti orang-orang yang tidak datang itu" saya mendapat tembusan SMS dari pak Anton Tabah. Dan alhamdulillah, tokoh-tokoh yang mendapat SMS dari Pak Anton Tabah itu positif dan malah minta maaf," jelas Amien.

Amien menjelaskan kronologi kenapa ada ucapan 'perang badar' itu. "Saya mengatakan bahwa dari lima partai Islam, yang empat sudah bergabung dengan koalisi Merah Putih. Satu mengambil jalan sendiri," katanya.

Lanjut Amien, dalam kaitan ini, harus dipegang teguh kode etik Al-Quran, bahwa tidak boleh sesama orang beriman saling mengejek atau meremehkan. "Kata quran dalam surat Al-Hujurot, siapa tahu yang diejek justru lebih mulia dan lebih benar daripada yang mengejek dan meremehkan," katanya.

Jadi, lanjut salah satu tokoh Reformasi itu, semangat yang diutarakannya adalah semangat ukhuwah, semangat merangkul. Dalam konteks berbeda, Amien mengatakan perlu belajar kembali sejarah nabi. Kalau umat berjuang dan bekerja keras dan ikhlas untuk mencapai sesuatu yang luhur tanpa mengedepankan kepentingan, akan berakhir dengan keberhasilan.

"Yaitu ketika perang badar, yaitu kaum muslimin tidak berpikir apakah dapat rampasan perang atau tidak, tapi mereka betul-betul berjuang menyabung nyawa untuk memelihara martabat, eksistensi serta masyarakat baru yang mereka ciptakan itu yang sedang dikepung dengan masyarakat jahiliyah waktu itu," jelasnya.

Karena niatnya ikhlas, jelas Amien lagi, sunnatullah mengatakan kemenangan akan diberikan oleh Allah kepada para pejuang yang ikhlas tanpa pamrih. "Persis itu yang kita lihat dalam perang badar. Sebaliknya, kalau yang dikedepankan dalam niatnya mencari kepentingan duniawi, berhitung sebesar apa yang akan diperoleh kemudian sudah membayangkan bagi-bagi rampasan perang, itu akhirnya dalam perang uhud itu kaum muslimin menderita kekalahan telak," bebernya.

Dia mengimbau umat Islam agar semangat badar itu yang dipegang. Dia tidak ingin Indonesia kalah perang melawan dominasi ekonomi asing, penjajahan budaya asing sehingga masalah pertahanan, ekonomi, diplomasi bangsa menjadi subordinat kekuatan asing. Amien mengatakan, masalah Indonesia tidak mungkin dipikul oleh umat Islam saja. Tapi harus ada sayap nasionalis yang bisa membawa bangsa dengan semangat kebersamaan, patriotisme dan nasionalime.

Dia yakin, kalau seperti itu maka Tuhan akan meridhoi. "Jadi bukan sama sekali saya memecah belah Islam, saya tidak sebodoh dan tidak sengawur itu. Hanya saya menyayangkan, kalau mengukur orang lain jangan dengan ukuran sendiri. Kelemahan kita itukadang-kadang kita mengukur orang lain dengan ukuran kita sendiri, tingkah laku kita," jelas Amien.

Dalam agama, lanjutnya, jangan sampai sesama umat berburuk sangka. Bagi dia, ini justru dilarang dalam agama juga begitu. "Dalam surat yang sama, orang berburuksangka itu bagaikan memakan bangkai atau mayat saudaranya, tentu jijik kalau memakan bangkai saudara sendiri. Saya kira hanya itu. Ada rekaman dan videonya, bisa dicek ke panitia penyelenggara," kata Amien.

Bagi yang paham sejarah perang Badar dan perang Uhud, pernyataan Amien Rais itu (yang lengkap, tidak dipotong-potong sebagaimana yang tersebar di media sekarang) sangat mudah dipahami ke mana arahnya. Apalagi Amien Rais menyebut kata "mental" sebelum menyebut kata perang Badar dan perang Uhud. Bagi yang tidak mengerti sejarah Islam dengan kemunculan perang Badar dan perang Uhud, suasana "mental" di kedua perang itu tidak akan bisa dipahami.
 
Kepada media massa yang belum paham apa itu mental perang Badar dan mental perang Uhud, berikut dipaparkan sekilas suasana "kebatinan" dari kedua perang tersebut.

 
1). Perang Badar adalah perang yang dilakukan umat Islam di bawah komando Nabi SAW untuk mempertahankan diri dari suku Qauraisy yang tidak rela melihat pengaruh Nabi Muhammad SAW menyebar dan meluas se antero jazirah Arab. Nabi SAW menegaskan sesaat sebelum perang, bahwa jangan membunuh anak-anak, wanita, merusak tanaman, dan menghancurkan tempat ibadah dari agama apa pun. Pasukan kaum muslimin ditekankan untuk ikhlas dan ridlo dalam mempertahankan diri, termasuk tidak mengorientasikan perjuangan dalam perang Badar itu sebagai upaya meraih kekayaan duniawi. Perang Badar itu ditekankan oleh Nabi sebagai perang yang kecil, sedang perang yang lebih besar adalah memerangi hawa nafsu diri sendiri.
Inilah sebenarnya mental perang Badar yang dilontarkan oleh Amien Rais itu.

 
2) Perang Uhud adalah perang di bukit Uhud untuk menghadapi serangan kaum Quraisy. Karena sebagian besar pasukan kaum muslimin sudah berbelok orientasinya dalam perang Uhud ini, tidak lagi konsisten memperjuangkan cita-cita luhur bersama, yakni mempertahankan kebenaran dan agama Allah, bahkan masing-masing saling berebut untuk memperoleh sebanyak-banyaknya harta rampasan perang (orientasi duniawi), maka pasukan kaum muslimin memperoleh kekalahan yg telak dari kaum Quraisy, bahkan paman Nabi, Hamzah pun terbunuh di perang Uhud itu.
Inilah sebenarnya maksud dari penyebutan "mental perang Uhud" yang dilontarkan Amien Rais.

 
Jika setiap orang yang mengerti sejarah Islam (perang Badar dan perang Uhud), pernyataan Amien Rais itu merupakan ajakan moral untuk "mewarisi" mental pasukan kaum muslimin saat perang Badar, bukan mental perang Uhud yang setiap individu pasukan berusaha menjarah harta rampasan perang. Tentu, pak Amien tidak akan mengajak kita untuk menyamakan pilpres dengan perang Badar. Orang atau media yang bersebrangan dengan afiliasi politik Amien Rais, kemudian memplesetkan pernyataan Amien Rais dengan memblow-up kata "perang" dan mereduksi kata "mental". 


Pernyataan Amien Rais tidak ditangkap keutuhannya, tapi dipotong sedemikian rupa sehingga bernilai jual untuk pemberitaan, tapi absurd. Ini tentu sebuah pemberitaan yang tidak adil.
 

Sekarang pertanyaannya, siapakah yang sesungguhnya melakukan black campaign dan provokasi?
( Inilah.com/SP)

Thursday, June 5, 2014

Jejak Yahudi di Kompleks Kherkoff Aceh

 
LOGO Bintang David terukir di sebuah nisan yang terbuat dari semen. Di bawah logo tersebut tertera nama Hermann Werebeitschik, Geb. Te Grogng, Ausland, Oug 56 Jaar. Si empunya jasad yang terbaring di sana mati di Koetaradja, 23 Oktober 1931 lalu.

Nisan ini berada di bawah salah satu pohon trembesi kompleks pemakaman Kherkhoff, Banda Aceh. Sekitar 2.200 tentara termasuk empat orang jenderal Belanda dimakamkan di komplek yang juga dikenal dengan sebutan Peutjut tersebut. Sementara 24 di antaranya merupakan makam warga Belanda keturunan Yahudi.

Makam milik Yahudi Belanda ini bisa dilihat dari pentagram dan tulisan yang terukir di nisannya. Seperti halnya logo ular melingkar di nisan Jenderal Kohler Ridder, tulisan Ibrani di nisan Salomon Mozez, Juda Joseph, Rachel Emmanuel, L. Bipkenfeld, Catharina Daniels, Evelline Goldenberg , Meir Bolchover dan Deborah Bolchover.

Nama yang disebutkan terakhir merupakan tuan tanah pemilik lahan yang menjadi perkampungan Sukaramai (Blower) saat ini. Dia merupakan seorang pedagang yang memiliki lahan dan membuka perkebunan serta membangun komplek perumahan saat Belanda melebarkan eskpansinya ke Aceh abad 19 lalu. Lahan milik Bolchover kini berubah menjadi Gampong Blower dan telah dialihstatuskan saat Indonesia merdeka.(Baca: Gampong Blower di Aceh Dulunya Milik Yahudi?)

“Setidaknya ada sekitar 24 nisan (milik Yahudi-Belanda) yang tersisa setelah musibah tsunami menerjang pemakaman ini,” ujar Amri, penjaga kuburan Kerkhoff, Sabtu, 31 Mei 2014.

Menurutnya, sebelum tsunami menerjang Aceh ada beberapa nisan lainnya yang menunjukkan ciri  khas Yahudi seperti logo Bintang David dan tulisan Ibrani yang  terletak di sudut barat pemakaman.

“Kira-kira ada sekitar 30-an nisan Yahudi sebelum peristiwa tsunami,” ujarnya.

Selama ini, Kherkoff dikenal sebagai kompleks makam tentara Belanda yang tewas di masa peperangan saat hendak mengganggu kedaulatan Kerajaan Aceh Darussalam. Kuburan Kerkhoff merupakan pemakaman terbesar kedua tentara Belanda setelah yang pertama terbesar di Belanda.

Lokasi pemakaman ini menjadi objek wisata menarik, khususnya bagi wisatawan mancanegara asal Belanda. Hingga saat ini Pemerintah Kerajaan Belanda sangat haru dan menghormati warga Banda Aceh yang merawat dengan rapi kuburan tersebut.

Di area ini juga terdapat makam putra Sultan Iskandar Muda, yaitu Amat Popok yang berzina dan dijatuhi hukuman rajam.[sp/atjehpost.com]
LOGO Bintang David terukir di sebuah nisan yang terbuat dari semen. Di bawah logo tersebut tertera nama Hermann Werebeitschik, Geb. Te Grogng, Ausland, Oug 56 Jaar. Si empunya jasad yang terbaring di sana mati di Koetaradja, 23 Oktober 1931 lalu.
Nisan ini berada di bawah salah satu pohon trembesi kompleks pemakaman Kherkhoff, Banda Aceh. Sekitar 2.200 tentara termasuk empat orang jenderal Belanda dimakamkan di komplek yang juga dikenal dengan sebutan Peutjut tersebut. Sementara 24 di antaranya merupakan makam warga Belanda keturunan Yahudi.
Makam milik Yahudi Belanda ini bisa dilihat dari pentagram dan tulisan yang terukir di nisannya. Seperti halnya logo ular melingkar di nisan Jenderal Kohler Ridder, tulisan Ibrani di nisan Salomon Mozez, Juda Joseph, Rachel Emmanuel, L. Bipkenfeld, Catharina Daniels, Evelline Goldenberg , Meir Bolchover dan Deborah Bolchover.
Nama yang disebutkan terakhir merupakan tuan tanah pemilik lahan yang menjadi perkampungan Sukaramai (Blower) saat ini. Dia merupakan seorang pedagang yang memiliki lahan dan membuka perkebunan serta membangun komplek perumahan saat Belanda melebarkan eskpansinya ke Aceh abad 19 lalu. Lahan milik Bolchover kini berubah menjadi Gampong Blower dan telah dialihstatuskan saat Indonesia merdeka.(Baca: Gampong Blower di Aceh Dulunya Milik Yahudi?)
“Setidaknya ada sekitar 24 nisan (milik Yahudi-Belanda) yang tersisa setelah musibah tsunami menerjang pemakaman ini,” ujar Amri, penjaga kuburan Kerkhoff, Sabtu, 31 Mei 2014.
Menurutnya, sebelum tsunami menerjang Aceh ada beberapa nisan lainnya yang menunjukkan ciri  khas Yahudi seperti logo Bintang David dan tulisan Ibrani yang  terletak di sudut barat pemakaman.
“Kira-kira ada sekitar 30-an nisan Yahudi sebelum peristiwa tsunami,” ujarnya.
Selama ini, Kherkoff dikenal sebagai kompleks makam tentara Belanda yang tewas di masa peperangan saat hendak mengganggu kedaulatan Kerajaan Aceh Darussalam. Kuburan Kerkhoff merupakan pemakaman terbesar kedua tentara Belanda setelah yang pertama terbesar di Belanda.
Lokasi pemakaman ini menjadi objek wisata menarik, khususnya bagi wisatawan mancanegara asal Belanda. Hingga saat ini Pemerintah Kerajaan Belanda sangat haru dan menghormati warga Banda Aceh yang merawat dengan rapi kuburan tersebut.
Di area ini juga terdapat makam putra Sultan Iskandar Muda, yaitu Amat Popok yang berzina dan dijatuhi hukuman rajam.[]
- See more at: http://atjehpost.com/articles/read/4872/Jejak-Yahudi-di-Kompleks-Kherkoff-Aceh#sthash.xgEXGww6.dpuf
LOGO Bintang David terukir di sebuah nisan yang terbuat dari semen. Di bawah logo tersebut tertera nama Hermann Werebeitschik, Geb. Te Grogng, Ausland, Oug 56 Jaar. Si empunya jasad yang terbaring di sana mati di Koetaradja, 23 Oktober 1931 lalu.
Nisan ini berada di bawah salah satu pohon trembesi kompleks pemakaman Kherkhoff, Banda Aceh. Sekitar 2.200 tentara termasuk empat orang jenderal Belanda dimakamkan di komplek yang juga dikenal dengan sebutan Peutjut tersebut. Sementara 24 di antaranya merupakan makam warga Belanda keturunan Yahudi.
Makam milik Yahudi Belanda ini bisa dilihat dari pentagram dan tulisan yang terukir di nisannya. Seperti halnya logo ular melingkar di nisan Jenderal Kohler Ridder, tulisan Ibrani di nisan Salomon Mozez, Juda Joseph, Rachel Emmanuel, L. Bipkenfeld, Catharina Daniels, Evelline Goldenberg , Meir Bolchover dan Deborah Bolchover.
Nama yang disebutkan terakhir merupakan tuan tanah pemilik lahan yang menjadi perkampungan Sukaramai (Blower) saat ini. Dia merupakan seorang pedagang yang memiliki lahan dan membuka perkebunan serta membangun komplek perumahan saat Belanda melebarkan eskpansinya ke Aceh abad 19 lalu. Lahan milik Bolchover kini berubah menjadi Gampong Blower dan telah dialihstatuskan saat Indonesia merdeka.(Baca: Gampong Blower di Aceh Dulunya Milik Yahudi?)
“Setidaknya ada sekitar 24 nisan (milik Yahudi-Belanda) yang tersisa setelah musibah tsunami menerjang pemakaman ini,” ujar Amri, penjaga kuburan Kerkhoff, Sabtu, 31 Mei 2014.
Menurutnya, sebelum tsunami menerjang Aceh ada beberapa nisan lainnya yang menunjukkan ciri  khas Yahudi seperti logo Bintang David dan tulisan Ibrani yang  terletak di sudut barat pemakaman.
“Kira-kira ada sekitar 30-an nisan Yahudi sebelum peristiwa tsunami,” ujarnya.
Selama ini, Kherkoff dikenal sebagai kompleks makam tentara Belanda yang tewas di masa peperangan saat hendak mengganggu kedaulatan Kerajaan Aceh Darussalam. Kuburan Kerkhoff merupakan pemakaman terbesar kedua tentara Belanda setelah yang pertama terbesar di Belanda.
Lokasi pemakaman ini menjadi objek wisata menarik, khususnya bagi wisatawan mancanegara asal Belanda. Hingga saat ini Pemerintah Kerajaan Belanda sangat haru dan menghormati warga Banda Aceh yang merawat dengan rapi kuburan tersebut.
Di area ini juga terdapat makam putra Sultan Iskandar Muda, yaitu Amat Popok yang berzina dan dijatuhi hukuman rajam.[]
- See more at: http://atjehpost.com/articles/read/4872/Jejak-Yahudi-di-Kompleks-Kherkoff-Aceh#sthash.xgEXGww6.dpuf

Tuesday, June 3, 2014

Ridwan Kamil Terpilih Wali Kota Terbaik Dunia


Wali Kota Bandung Ridwan Kamil terpilih menjadi salah satu wali kota terbaik di dunia. Ridwan terpilih bersama 11 wali kota lainnya dalam Forum Young Leader Sumposium World Cities Summit di Singapura yang digelar sejak 31 Mei hingga 5 Juni 2014.

Wali kota yang diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera ini mendapat kesempatan berpidato dan mempresentasikan sistem kepemimpinannya di hadapan 400 pemimpin muda dan wali kota se-dunia. Dia berharap terobosannya selama memimpin Kota Kembang itu bisa dijadikan inspirasi bagi wali kota lain di dunia.

Di hari pertama forum terbaik di dunia itu, Ridwan mempresentasikan terobosan baru selama delapan bulan dirinya memimpin Kota Bandung dengan sistem kolaborasi dengan warga, komunitas dan seluruh perangkat kota seperti kepolisian, TNI, dan kejaksaan.

Bukan hanya itu, Ridwan juga menularkan cara efektif melalui media sosial untuk berinteraksi langsung dengan warga Bandung dan aparat pemerintahan. Sehingga, menurut dia, rapat tidak perlu digelar setiap hari. Dengan melalui media sosial Twitter, pejabat pemerintahan bisa membicarakan masalah dan penanganan Kota Bandung.

Untuk menunjang itu semua, Pemerintah Kota Bandung menyediakan 4.000 lebih wifi yang tersebar di beberapa wilayah untuk memudahkan warga dan perangkat pemerintahan berinteraksi.

Meski demikian, Ridwan mengatakan, pemerintahannya tetap melaksanakan program jangka panjang seperti membuat monorel, up grade taman kota, membiasakan budaya bersepeda, memungut sampah, berpakaian daerah, hingga wajib berbahasa Sunda.

Program-program inilah yang dinilai Forum Walikota Se-Dunia merupakan gebrakan yang positif dari diri seorang Ridwan Kamil. 

Dalam agenda tahunan forum pemimpin muda dunia ini turut diundang Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo, Wali Kota Medan Djulmi Elin, Wali Kota Binjai Idaham, dan Wali Kota Batam Ahmad Dahlan. [sp/vivanews]

Mualaf Australia: Islam Agama yang Cinta Damai


Laman The Australia di 2011 lalu pernah menulis bahwa jumlah kaum Muslim di Australia akan terus meningkat hingga empat kali lipat 20 tahun mendatang. Artinya, di 2030, Muslim Negeri Kanguru bertambah dari 399 ribu menjadi 714 ribu atau meningkat 80 persen.

Hasil studi Pusat Riset Pew di Amerika Serikat ini menunjukkan minat warga Australia dalam mempelajari Islam cukup besar. Salah satunya diakui sendiri oleh Reuben Brand, seorang mualaf asal Sydney.

Peserta program Pertukaran Pemuda Muslim (MEP) tahun ini mengaku sudah sejak lama tertarik untuk belajar agama Islam. Pria 22 tahun ini mengakui bahwa semua agama di dunia mengajarkan kebaikan, tetapi hanya Islam yang membuatnya tertarik.

"Tetapi, satu agama yang menarik perhatian saya dan ingin saya dalami yaitu Islam," kata Brand kepada VIVAnews, Selasa 13 Mei 2014.

Dia mengaku bahwa pertama kali mengenal Islam dari kawannya. Mereka kerap terlibat pembicaraan mengenai politik, sejarah, dan Islam.

Brand menjelaskan, kehidupan sebagai seorang Muslim di Negeri Kanguru sama saja dengan menjadi pemeluk agama lainnya. Menjadi seorang Muslim di Australia, kata dia, tidak mengubah apa pun dalam hidupnya.

"Kami tetap dapat beribadah secara bebas. Ada beberapa masjid di setiap kota besar di Australia. Apabila tidak ada masjid, musala pun bisa terlihat di hampir seluruh penjuru Australia. Di Melbourne, saat ini, sudah terdapat 50 masjid," kata dia.

Islam Cinta DamaiDitanya soal sterotipe Islam yang lekat dengan tindak kekerasan, khususnya setelah terjadi tragedi kemanusiaan 11 September 2001, Brand menepis anggapan itu. Di matanya, peristiwa itu tidak mewakili Islam yang sesungguhnya.

"Islam adalah agama yang cinta damai. Sebagai seorang Muslim yang baik, kami mencoba untuk memberikan pendidikan kepada publik soal itu. Hubungan antarwarga seperti program MEP ini tentu dapat meningkatkan pemahaman mengenai Islam," kata dia.

Dia pun menepis anggapan warga Australia rasis. Brand menegaskan, Negeri Kanguru adalah negara multikultural dan etnis. "Sebanyak 49 persen warga Australia dilahirkan di luar negara kam,i dan kita datang dari berbagai latar budaya berbeda," ujar dia.

Fakta itu, lanjut Brand, mencerminkan luasnya keragaman budaya komunitas Muslim Australia dan betapa warga Australia begitu hangat terhadap orang baru yang datang dari beragam etnis. Ditanya hal yang ingin dipelajarinya selama di Indonesia, Brand mengatakan ingin mengetahui soal semangat Pancasila.
"Di Australia, kaum Muslim merupakan minoritas, sedangkan di sini menjadi mayoritas. Pancasila merupakan konsep yang bagus untuk kami. Bagaimana warga Australia dapat hidup secara berdampingan dengan orang dari latar belakang berbeda," tutur dia.

Brand merupakan satu dari lima pemuda Muslim yang terpilih dalam program MEP 2014. Menurut situs resmi Kedutaan Besar Australia, program itu sudah dimulai sejak 2002, sebagai langkah untuk mempromosikan pemahaman mengenai Islam di kedua negara.

Sejauh ini, 47 warga Australia dan 122 warga Indonesia telah berpartisipasi dalam program tersebut. Selain berkunjung ke Jakarta, peserta MEP 2014 asal Australia juga menyambangi Bandung dan Yogyakarta.[sp/vivanews]

Monday, June 2, 2014

AA Gym: Allah Sudah Takdirkan Siapa Presiden


Ustadz Abdullah Gymnastiar mengimbau, kepada masyarakat untuk tidak terlalu larut ke dalam euforia Pilpres 9 Juli mendatang. Pasalnya, Sang Pencipta sebenarnya sudah menakdirkan siapa yang bakal menjadi presiden RI ketujuh.
 
"Ssst kita jangan ribut dan terlalu serius menghadapi pilpres ini, Alloh sudah tau siapa yang Dia Takdirkan jadi presiden," kata AA Gym melalui akun Twitter, @aagym.

Pondok Pesantren Darut Tauhid di Bandung tersebut mengingatkan, perbedaan pilihan capres yang terjadi di masyarakat hendaknya tidak sampai mengganggu jalinan persaudaraan. Dia menyatakan, pilihan boleh berbeda, tapi silaturahim tetap terjaga.

"Pilpres itu penting, tapi bukan segalanya, jangan sampai merusak pikiran, lisan, hati, akhlaq dan silaturrahim kita semua," ujarnya.

Dai berusia 52 tahun itu mengatakan, sebaiknya para capres tampil jujur di depan publik. Itu lantaran, perilaku yang dibuat-buat atau pencitraan demi mendapat penilaian positif hanya akan mendatangkan kerugian.

"Berani tampil proporsional apa adanya lebih nyaman, perilaku dibuat buat demi penilaian makhluk akan meletihkan dan jelek," kata AA Gym. [sp/rol]

Ka'bah Dicuci dengan Air Zamzam dan Harum Bunga

Pekan lalu, tepatnya 29 Mei 2014 atau 30 Rajab 1435 H, Ka'bah dicuci oleh Gubernur Makkah Pangeran Mish'al bin Abdullah bin Abdul Aziz. Ia mewakili penguasa Kerajaan Arab Saudi, Raja Abdullah bin Abdul Aziz. Menilik namanya, Mish’al adalah putra Abdullah.
 
Prosesi pencucian Rumah Allah SWT  pada pagi hari itu berjalan lancar. Ketika tiba di pelataran thawaf, ia disambut oleh Ketua Lembaga Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Dr Abdul Rahman Al Sudais. Lalu Pangeran Mish'al dan rombongan – antara lain para ulama, tokoh masyarakat, pejabat, dan diplomat dari negara-negara Islam – melaksanakan ibadah thawaf, yakni memutari Ka'bah sebanyak tujuh kali dan diakhiri dengan menyentuh Hajar Aswad.

Sheikh Al Sudais sendiri baru menjabat sebagai Ketua Lembaga Urusan Al Haramain (Majidil Haram dan Masjid Nabawi) setahun lalu. Sebelumnya, ia merupakan imam Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Lalu menjadi kepala para imam di kedua masjid itu. Sebagai imam, Sheikh Al Sudais tentu hafal seluruh ayat Alquran. Bahkan lantunan suaranya bisa diunduh di internet dan kini menjadi model bacaan para imam di Indonesia. Al Sudais juga akrab dengan para ulama di negera kita. Beberapa kali ia berkunjung dan memberi ceramah di pesantren, perguruan tinggi, dan majelis taklim.

Usai thawaf, Pangeran Mish'al lalu menerima kunci pintu Ka'bah yang dibungkus dalam sebuah tas terbuat dari beludru berwarna hijau dari perwakilan Bani (Suku) Shaiba. Yang terakhir ini secara turun-menurun merupakan pemegang kunci pintu Ka'bah sejak zaman Rasulullah Muhammad SAW.

Setelah memasuki Ka'bah lewat tangga kayu yang disediakan, Pangeran Mish'al dan rombongan secara bergantian melaksanakan shalat dua rakaat di tempat yang, konon, Nabi Muhammad SAW pernah berdoa di sana. Setelah rombongan keluar, Pangeran Mish'al lalu memimpin prosesi pencucian Ka'bah. Mula-mula lantai Ka'bah kemudian dinding bagian dalam dan seterusnya. Pencucian dengan menggunakan air Zamzam yang dicampur dengan wewangian berbagai bunga dan parfum oud dan misk, lalu dikeringkan dengan kain putih. Proses pencucian Ka'bah hanya berlangsung sekitar satu jam.

Lalu apa yang menarik dari prosesi pencucian Ka'bah tersebut? Toh, pencucian Rumah Allah SWT itu dilakukan secara rutin setiap tahun dua kali. Yaitu menjelang datangnya bulan Ramadhan seperti sekarang dan menjelang pelaksanaan ibadah haji. Prosesi, upacara, dan tata-cara pencuciannya pun hampir sama. Kalaupun ada perbedaan adalah orang-orang yang melakukannya. Sementara itu, kiswah atau baju Ka'bah juga diganti rutin setahun sekali. Kiswah yang lama oleh Lembaga Urusan Al Haramain lalu dipotong-potong dan diberikan kepada tamu-tamu kehormatan Kerajaan Arab Saudi sebagai hadiah.

Yang menjadi perhatian saya justeru bagaimana reaksi jamaah haji atau umrah yang kebetulan menyaksikan prosesi pencucian Ka'bah tersebut. Bahkan sering terdengar ada jamaah yang bersedia membayar mahal biro perjalanan yang bisa memasukkan ke dalam rombongan prosesi pencucian Ka'bah. Saya pun teringat beberapa tahun lalu ketika ikut menyaksikan prosesi pencucian Ka'bah menjelang pelaksanaan ibadah haji.

Prosesi pencucian Ka'bah berjalan seperti biasa seperti yang dijelaskan di atas. Namun, usai pencucian banyak jamaah yang berusaha mengejar apa pun yang telah digunakan untuk menbersihkan Rumah Allah itu. Ada yang mengejar tangga berjalan yang baru digunakan untuk mencuci Ka'bah dan kemudian ramai-ramai menciuminya.

Ada yang berusaha mendapatkan air bekas mencuci Ka'bah dan lantas menyiramkannya ke sekujur badan. Bahkan ada yang meminumnya. Malah ada yang mengejar petugas pencuci Ka'bah dan menciumi tangannya. Saking berebutannya, pernah beberapa kali kejadian ada jamaah yang terinjak-injak dan bahkan ada yang meninggal dunia hanya untuk dapat menyentuh tangga atau mendapatkan air bekas mencuci Ka'bah.

Potongan atau robekan kiswah Ka'bah pun kini menjadi barang buruan para jamaah. Banyak jamaah yang berani membayar mahal untuk sepotong robekan kiswah. Bahkan setahun lalu ada jamaah haji kita yang berusaha menggunting kiswah. Jamaah ini lalu ditangkap dan menjadi urusan aparat keamanan Saudi.

Saya tidak tahu bagaimana orang-orang itu rela berdesakan dan bahkan terinjak-injak hanya untuk dapat mencium tangga, mendapatkan air bekas mencuci Ka'bah, dan memburu robekan kiswah Ka'bah. Semua barang-barang itu tentu tidak ada hubungannya dengan agama. Keberkahan pun juga tidak ada. Saya memang menyimpan potongan kain kiswah yang saya bingkai dan saya gantung di dinding rumah. Potongan kiswah itu saya peroleh dari Ketua Lembaga Urusan Al haramian ketika saya menjadi tamunya. Namun, barang itu hanyalah sebagai kenangan. Tidak lebih. Bukan jimad, apalagi mengharapkan keberkahan hanya dari sepotong kain kiswah Ka'bah.

Bukan hanya itu. Untuk bisa mencium Hajar Aswad, banyak jamaah yang rela berdesakan dan malah terinjak-injak. Juga untuk mencium makam Ibrahim AS di samping Ka'bah, berupa bangunan kecil dari besi berlapis emas dan kaca. Di dalamnya terdapat cetakan kaki, yang konon bekas telapak kaki Nabi Ibrahim AS ketika membangun Ka'bah. Padahal mencium Hajar Aswad hanyalah sunat. Bahkan cukup hanya melambaikan tangan. Sedang yang disunatkan di makam Ibrahim adalah shalat dua rakaat.

Padahal pula, rumah Hajar Awsad yang terbuat dari tembaga/kuningan berlapis emas dan rumah makam Ibrahim yang ada sekarang adalah baru. Yang dibuat pada masa pemerintahan Kerajaan Arab Saudi. Sedang yang lama kini tersimpan di museum Al Haramain yang berada di pinggiran Kota Mekah. Tidak jelas di mana rumah makam ibrahim dan Hajar Aswad dibuat. Namun, benang sutera untuk mebuat kiswah Ka'bah konon diimpor dari negeri Cina.
Perilaku jamaah haji dan umrah selama di Mekah dan Madinah jelas menggambarkan bagaimana kualitas keagamaan umat Islam secara menyeluruh. Saya khawatir apa yang pernah dikatakan almarhum Presiden Soekarno masih terjadi pada umat Islam sekarang ini. Yaitu apa yang dilaksanakan oleh umat Islam bukan api agama tapi asapnya. Wallahu a'lam bis shawab.

Ikhwanul Kiram Mashuri

Penutupan Dolly Dimajukan 18 Juni

Jakarta - Wali Kota Surabaya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melakukan audiensi Mensos Salim Segaf di Kementerian Sosial, Jakarta. Hasil pertemuan itu menyepakati penutupan lokalisasi Dolly dimajukan 1 hari atau ditutup pada tanggal 18 juni.

"Enggak bakal mundur. Malah dimajuin tanggal 18 Juni karena Pak Menteri mau ikut hadir," ujar Risma usai bertemu dengan Mensos Salim di Kemensos, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Senin (2/6/2014).

Risma menjanjikan wilayah Dolly akan diubah menjadi wilayah industri kreatif bagi warga Surabaya. Tidak hanya itu, sebuah gedung perpustakaan juga akan dibangun di kawasan lokalisasi terbesar di Asia Tenggara ini.

"Ada sektor perekonomian baru seperti pabrik telur asin. Profesinya ditransfer ke sektor yang lain, seperti sektor ekonomi rumahan," ucapnya.

Pada kesempatan itu, Salim menambahkan pihaknya akan menggelontorkan bantuan sebesar Rp 8 miliar yang akan diberikan kepada sekitar 1.400 an PSK yang ada di Dolly. Setiap PSK akan mendapatkan modal kerja sebesar Rp 3 juta per orang.

"Ada uang makan Rp 20 ribu per hari selama 3 bulan dan yang transportasi sebesar Rp 250 ribu," sebut Salim.

Sebelumnya, pemerintah kota Surabaya berencana menutup lokalisasi Dolly 19 Juni 2014 mendatang. Beberapa pihak masih saja menentang penutupan wilayah ini. [sp/detik]

Sunday, June 1, 2014

Sikap Resmi NU Terkait Pilpres 2014

 
Jakarta- Menjelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014, ormas Nahdlatul Ulama (NU) kembali diseret-seret dalam proses tersebut.

Namun, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan, NU sebagai organisasi tidak layak diperalat untuk menjadi sekadar tim sukses.

“Yang didukung NU bukan sekadar kandidat, melainkan proses penyelenggaran pemilihan yang jujur, adil, dan bermartabat,” ujarnya dalam rilis yang diterima ROL, Ahad (1/6).

Sikap PBNU jelas dan tegas, kata Siroj, yakni tidak berpolitik praktis. Tak satu pun yang akan mendapat stempel NU. Kalaupun ada pihak-pihak yang membawa-bawa NU untuk dijadikan komoditas politik, sudah pasti itu tidak lebih dari sekadar klaim.

Ia mengimbau warga NU untuk memilih pemimpin yang mampu menjadi solusi bagi Indonesia. Warga NU harus menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.

“Tanggung jawab itu terus berlangsung hingga setidaknya lima tahun mendatang. Baik buruknya bangsa ini, ada di tangan kita sendiri,” tegasnya.

Sebab, pemilihan presiden hanya merupakan satu tahap saja dari rangkaian pembangunan Indonesia. Menurut Siroj,  jauh lebih penting bagi PBNU untuk mengawal dan mengawasi pemerintahan terpilih.

“Saya akan berdiri di depan dan pasang badan jika presiden dan wakil presiden terpilih nanti tidak bekerja untuk kedaulatan rakyat. Jadi, tidak hanya 9 Juli yang penting, jauh lebih penting adalah hari-hari panjang sesudahnya,” tandasnya. [sp/rol]

Saturday, May 31, 2014

Tarif Nikah Resmi : Di KUA Gratis, Di Luar KUA Rp. 600.000,-

Revisi tarif pernikahan akan berlaku mulai Juni 2014. Inspektur Jenderal Kementerian Agama, Muhammad Jasin, menjelaskan, peraturan itu kini sedang menunggu persetujuan Menteri dan Presiden. "Tinggal ditandatangani," ujarnya, Minggu, 25 Mei  2014.

Revisi tarif pernikahan dibuat untuk menghindari praktek gratifikasi terhadap para juru nikah. Peluang itu muncul karena Peraturan Pemerintah yang berlaku saat ini tidak mengatur besaran biaya bagi pasangan yang akan menikah di luar Kantor Urusan Agama. 

Dalam ketentuan yang baru, kata Jasin, pemerintah akan menghapus semua biaya pernikahan sebagaimana diatur dalam PP Nomor 47 Tahun 2004. Pasangan yang menikah tidak perlu lagi membayar biaya administrasi sebesar Rp 30 ribu. "Asalkan berkenan menikah di Kantor Urusan Agama," katanya.

Aturan beban tarif baru berlaku bagi pasangan yang berencana menikah di luar KUA. Bagi mereka, pemerintah akan mengenakan tarif sebesar Rp 600 ribu. Tarif itu juga berlaku bagi masyarakat yang tinggal di pelosok. "Semua biaya transport penghulu akan ditanggung pemerintah," katanya.

Pengelolaan dana itu nantinya akan dikerjasamakan dengan sejumlah bank yang memiliki jaringan hingga pelosok. "MoU dengan bank-bank itu akan dibuat setelah peraturan itu disetujui Presiden. Jadi dananya bisa langsung masuk ke rekening pemerintah," kata Jasin.

Jasin mengakui layanan nikah saat ini belum sepenuhnya bisa menjawab kebutuhan lantaran keterbatasan petugas. Di Jawa Timur, misalnya. Rasio yang ideal untuk juru nikah adalah 600 orang. "Kondisi di lapangan saat ini baru mencapai 400-an petugas," kata dia.

Untuk menutupi kekurangan tersebut, Kementerian Agama akan mengajukan permohonan penambahan petugas. "Kami akan ajukan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. Tapi tentu harus ada analisis beban kerja yang tepat. Yang jelas, perbaikannya akan kami lakukan secara bertahap," kata dia.(rol/SP)

Friday, May 30, 2014

Menteri Agama dan Dirjen Haji Mundur, Jamaah Haji Indonesia Terancam Terlantar

Setelah mundurnya Surya Dharma Ali sebagai Menteri Agama karena telah ditetapkan sebgai tersangka dalam kasus korupsi penyelenggaraan Haji, kali ini Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh Anggito Abimanyu menyatakan mengundurkan diri untuk fokus menghadapi pemeriksaan KPK dalam perkara kasus dugaan korupsi penyelenggaraan Haji.

Mundurnya dua elit Kementerian Agama ini akan berdampak besar dalam penyelenggaraan Haji tahun ini mengingat hanya dalam hitungan bulan ibadah haji akan dilaksanakan. Pemerintah mencoba antisipasi dengan menunjuk Agung Laksono sebagai plt Menteri Agama dan juga menunjuk Dirjen Penyelenggaran Haji dan Umroh yang baru, namun rekasi pemerintah ini dianggap kurang cukup memberi rasa kepercayaan dan tenang bagi jamaah haji asal Indonesia yang akan melaksanakan ibadah Haji tahun ini

Persoalan penyelenggaraan Haji dari tahun ke tahun tidak kunjung usai mulai soal kuota haji, pemondokan haji, catering haji dan masib banyak pekerjaan rumah Kementerian Agama dalam penyelenggaraan Haji tahun ini, dengan musibah kasus korupsi yang melanda Kementerian Agama nada pesimisme mulai muncul akan perbaikan pelayanan Haji tahun ini.

Semoga Pemerintah segera mencari solusi yang terbaik agar jangan para jamaah haji yang sudah mengeluarkan dana cukup besar untuk bisa berHaji tidak mendapatkan pelayanan semestinya karena carut marut yang terjadi di Kementerian Agama.(SP)

Pemuda Muhammadiyah Kecam Intelejen Pengawasan Khotib Jum'at di Masjid

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Saleh Partaonan Daulay menentang adanya pengawasan terhadap khatib dan khotbah Jumat di dalam masjid.

"Pengawasan terhadap khatib dan khotbah Jumat dikhawatirkan akan menimbulkan fragmentasi sosial di tengah masyarakat. Selain itu, bisa juga menimbulkan kesan seolah-olah para khatib menjadi agen politik dari suatu kepentingan politik tertentu," kata Saleh Partaonan Daulay melalui pesan singkat di Jakarta, Jumat.

Menurut Saleh, masjid sebagai tempat suci berfungsi sebagai sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Karena itu, tindakan pengawasan terhadap ceramah para khatib sangat provokatif.

Saya khawatir, ini bisa dilihat masyarakat sebagai upaya pengembalian rezim otoriter dengan masuknya intervensi ke rumah-rumah ibadah," tuturnya.

Saleh menduga pernyataan mengenai pengawasan terhadap khatib dan khotbah Jumat untuk menimbulkan kesan seolah-olah seseorang sedang dizalimi.

Padahal, sampai saat ini belum ada bukti kampanye hitam yang dilakukan di atas-atas mimbar Jumat.

Saleh mengatakan tindakan mengawasi khatib lebih berbahaya dari kampanye hitam. Sebab, tindakan pengawasan itu sudah bagian dari kampanye hitam.

"Tidak tanggung-tanggung, yang dituduh melakukan kampanye hitam adalah para ustadz yang selama ini bekerja keras membina umat," ujarnya.

Saleh menduga para penggagas pengawasan terhadap khotbah tidak memahami fungsi masjid secara baik dan memahami esensi dakwah Islam. Demi kepentingan politik sesaat, mereka mudah melemparkan tuduhan yang tidak bertanggung jawab.

"Fungsi mesjid itu banyak. Selain untuk ibadah, mesjid juga sering difungsikan untuk pemberdayaan umat baik dalam bidang ekonomi, budaya, sosial, dan juga politik. Mesjid tidak pernah difungsikan untuk menyebar fitnah. Para ustadz pasti tahu bahwa menyebar fitnah adalah perbuatan keji," pungkasnya.

Sementara itu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan mengatakan, pengawasan yang dilakukan oleh kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terhadap khatib di masjid, sangat melukai perasaan umat Islam.

"Pengawasan itu sangat melukai umat Islam, sejak kapan mereka menjadi polisi agama?" tanya Amidhan di Jakarta, Jumat.

Jika polisi agama, sambung dia, wajar jika adanya pengawasan terhadap masjid.

"Sama seperti zaman penjajahan, bicara politik langsung dilaporkan ke polisi."

Menurut dia, hal biasa kalau soal bicara politik di masjid, yang tidak boleh adalah kampanye mengajak salah satu pasangan capres dan cawapres.

"Mengapa pengawasan hanya dilakukan di masjid, sedangkan gereja, pura, vihara dan lainnya tidak," kata dia lagi.

Menurut dia tidak adil, jika umat Islam mendapat perlakuan seperti itu.

Sebelumnya, salah satu anggota tim sukses Jokowi-JK, Eva Kusuma Sundari tidak menampik bahwa timnya menjalankan aksi intelijen untuk mengawasi adanya kampanye hitam dalam khotbah Jumat di masjid.(antaranews/SP)

Thursday, May 29, 2014

Mantan Ketua PBNU Puji Sikap Netral Muhammadiyah Jelang Pilpres

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi memuji langkah Muhammadiyah yang bersikap netral pada pemilu presiden. Sikap seperti memang seharusnya dilakukan oleh ormas Islam.

"Saya menyampaikan apresiasi dan penghormatan terhadap sikap Muhamadiyah yang disampaikan oleh Pak Din Syamsudin perihal netralitas Muhamadiyah terhadap Pilpres 2014. Itu sangat bagus dan memang seharusnya," katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (26/5/2014).

Menurutnya, institusi Muhamadiyah sebagai penjaga integritas moral umat dan bangsa tidak boleh bergerak dalam low atau practical politics. Namun, bergerak dalam high politics keumatan dan kebangsaan.

"Sebenarnya NU pun demikian dalam aturannya. PBNU seharusnya mendekralasikan netralitas aktif seperti yang diputuskan muktamar NU. Ketua Umum PBNU tidak boleh menyatakan dirinya secara pribadi berpihak kemudian selebihnya menetralkan umatnya," jelasnya.

Hasyim menambahkan, pada Pilpres 2004, dirinya mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden mendampingi Megawati. "Ketika saya mencalonkan diri sebagai cawapres 2004 saya non-aktif selama 6 bulan agar tidak mengatasnamai PBNU. Baru kemudian kembali lagi setelah pilpres," jelas pengasuh ponpes Al-Hikam Malang dan Depok ini.

Selanjutnya, kata Hasyim, pada Muktamar 2004 NU di Solo yang digelar setelah pilpres ditetapkan bahwa seorang yang mencalonkan diri sebagai capres atau cawapres tidak lagi dikenakan aturan nonaktif, tapi harus berhenti dari kepengurusan NU.

"Lain halnya dengan Pak Syafii Maarif dan saya. Saya sudah mantan ketua umum PBNU dan Pak Syafii Maarif mantan ketua umum muhamadiyah," terangnya.

Syafii Maarif, tambahnya, secara bebas dan jelas mendukung Jokowi-Jusuf Kalla justru di kala sidang Tanwir Muhamadiyah. "Pasti tidak ada masalah dengan Muhamadiyah dan di saat yang sama Pak Amin Rais merupakan pendukung berat Prabowo-Hatta juga tentu tidak ada masalah," katanya.

Meski tokoh Muhamadiyah berbeda sikap, katanya, tak ada yang mengatakan Muhamadiyah pecah karena sudah proporsional. "Nah saya sekarang sudah mantan ketum PBNU setelah menjabat dua priode . Maka saya bebas memilih tanpa menggunakan struktur NU. Berarti ketika saya mendukung Jokowi-JK sama sekali tidak ada masalah dengan aturan yang berlaku di NU," pungkasnya. (okezone/SP)

Soal Sholat Jokowi, Media Telah Berbohong Tentang Pernyataan Prof. Din Syamsuddin

Soal Sholat Jokowi, Media Telah Berbohong Tentang Pernyataan Prof. Din Syamsuddin

Belakangan ramai dibicarakan di media social, soal pemberitaan dari media Tempo.co kemudian dikutip oleh setidaknya dua media yaitu gemaislam.com dan suaranews.com

Bahwa inti dari berita tersebut menyatakan pada saat Tanwir Muhammadiyah di Samarinda kemarin, Din Syamsuddin memberikan statement tentang Sholat Jokowi ketika sholat dzuhur di Gedung PP Muhammadiyah bahwa bacaan sholat Jokowi panjang dan bagus.


"Tenyata memang tak seperti yang diisukan. Cara sholatnya bagus, bacaan Al-Qurannya pun panjang-panjang," ujar Din bercerita di sela-sela mengomentari pidato politik Jokowi di Tanwir Muhammadiyah, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/5/2014), lansir Tempo.



Kemudian gemaislam.com menambahkan Jokowi jadi imam sholat Dzuhur, koq Din Syamsuddin mengetahui bacaan Jokowi bagus?, mungkinkah sholat Dzuhur dengan bacaan nyaring? Din juga mengatakan meski masih ada logat Jawa tapi Jokowi apik membacakan ayat Al-Quran. Menanggapi intermezzo dari Din ini, Jokowi pun hanya tersenyum kecil dan banyak mengangguk.


Kami yang hadir di Tanwir Samarinda sama sekali tidak pernah mendengar statement tersebut terutama soal bacaan sholat jokowi yang dikatakan panjang dan bagus karena ketika sholat bacaan sholat atau al qur'an imam tidak bisa didengar oleh makmum

Kami menyayangkan sikap media mainstream dalam hal ini TEMPO.co yang melakukan kebohongan publik apalagi ini terkait Pilpres yang tidak bisa dipungkiri untuk kepentingan campaign sehingga mengorbankan etika jurnalisme dengan menghadirkan berita HOAX

Kemudian kami sesalkan juga dua media yang notabene mengklaim sebagai media islam yaitu gemaislam.com dan suaranews.com yang mengutip pemberitaan tersebut bahkan melakukan upaya mendramatisasi berita tersebut tanpa mau melakukan cek dan ricek kepada sumber primer berita tersebut sehingga menimbulkan kesimpangsiuran di tengah - tengah umat apalagi mempermainkan sholat dan al qur'an sebagai objek berita

Bersama ini kami sertakan cuplikan pidato Prof Din Syamsuddin pada saat Tanwir Muhammadiyah di Samarinda